"Arahnya kemungkinan kelalaian mas, hal ini berdasarkan keterangan Kepala Stasiun Kapas M Faisal dan dua warga yang sudah kita periksa sebagai saksi," ujar Kaur Bin Ops Reskrim Polres, Iptu Suharta kepada detiksurabaya.com saat dihubungi, Sabtu (24/1/2009).
Suharta menjelaskan, keterangan yang didapat dari kepala stasiun menyebutkan jika KA Rajawali terus berjalan meski sudah ada sinyal untuk berhenti. "Saat kita periksa Kepala Stasiun menyebutkan jika KA Rajawali menerobos meski sudah diberikan sinyal berhenti. Tapi itu masih belum cukup buat kita, untuk menyimpulkan penyebab kecelakaan. Apalagi menetapkan tersangka," imbuhnya.
Selain itu, pihaknya sampai saat ini masih menunggu masinis KA Rajawali Didik Mardiono yang menjalani perawatan untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Suharta juga mengaku, jika sampai saat ini pihaknya belum mempunyai barang bukti.
"Jadi untuk sementara baru tiga saksi, dan sementara kita akan menunggu masinis KA Rajawali sembuh, baru kita lanjutkan pemeriksaan. Selain itu, kita juga akan meminta PT KA untuk meminjamkan sebagian barang bukti," imbuhnya.
Katika ditanya, apakah pihak kepolisian akan menurunkan tim labfor untuk mengetahui penyebab kecelakaan? Suharta tidak mengelak. "Apa pun akan kita lakukan, jika itu kita anggap perlu. Bahkan kalau perlu kita berjalan bersama dengan KNKT tanpa harus mengandalkan KNKT atau menunggu hasil dari KNKT," pungkasnya. (bdh/bdh)










































