Sehari Nyala 8 Jam, Warga Sapeken Duduki Kantor PLN

Sehari Nyala 8 Jam, Warga Sapeken Duduki Kantor PLN

- detikNews
Sabtu, 24 Jan 2009 10:46 WIB
Sehari Nyala 8 Jam, Warga Sapeken Duduki Kantor PLN
Sumenep - 300 warga Desa/Kecamatan Sapeken Kabupaten Sumenep, Madura menduduki kantor PLN setempat. Mereka memprotes pelayanan PLN yang hanya menghidupkan aliran listrik selama 8 jam dari yang seharusnya 10 jam setiap hari.

Ratusan pelanggan tersebut menduduki kantor PLN sejak, Jumat (23/1/2009) sore hingga Sabtu (24/1/2009) pagi. Para pelanggan itu tidak percaya dengan alasan PLN, bahwa pengurangan jam pelayanan karena kekurangan solar.

Versi masyarakat, setiap bulannya PLN Sapeken mendapat jatah 25 ton solar. Dengan asumsi, stok BBM tersebut cukup untuk 1 bulan dengan pelayanan 10 jam setiap harinya. Namun, sejak Agustus 2008 lalu hingga Januari 2009 ini pelayanan dipangkas menjadi 8 jam.

Pelanggan PLN di Sapeken yang mencapai 879 KK tersebut memutuskan untuk tetap menduduki kantor PLN karena pimpinan PLN Sapeken 'menghilang' sejak warga sering protes. Bahkan, informasi yang diterima pelanggan, pimpinan PLN Sapeken Rukmuno mengajukan pindah tempat kerja.

Salah seorang tokoh masyarakat Desa/Kecamatan Sapeken, Sumenep, Joni (39) mengatakan, selama ini PLN selalu berkilah jika pengurangan jam pelayanan itu karena kekurangan BBM. Padahal, jatah solar tetap lancar pengirimannya dan DO-nya mencapai 25 ton setiap bulan.

"Warga terpaksa menduduki kantor PLN guna mengetahui keberadaan solar yang digunakan serta minta pertanggungjawaban pimpinan PLN Sapeken yang menghilang sejak 2 pekan terakhir," kata Joni kepada detiksurabaya.com, Sabtu (24/1/2009).

Dia menduga, pengurangan jam pelayanan PLN di Sapeken dari 10 jam menjadi 8 jam permainan dari pimpinan PLN setempat. Sebab, dengan pengurangan jam pelayanan, otomatis mengurangi penggunaan BBM.

"Kalau setiap hari mengurangi 2 jam pelayanan, maka solar yang disalahgunakan atau tidak digunakan mencapai 2,5 ton setiap bulannya. Tapi, pihak PLN selalu beralasan stok BBM habis sehingga mengurangi jam pelayanan," ungkapnya.

Dalam pendudukan kantor PLN Sapeken tersebut, pihak muspika setempat berusaha menenangkan masyarakat dan menghimbau agar tidak melakukan sikap anarkis. Pihak kepolisian setempat juga melakukan pengamanan di kantor PLN. Rencananya, masyarakat tetap akan bertahan sambil menunggu datangnya pimpinan PLN Sapeken.

Sementara, salah seorang staf PLN Sapeken, Sumenep, Hari mengaku tidak mempunyai kewenangan untuk menyikapi persoalan tersebut. "Saya tidak bisa menyampaikan apa-apa. Semua kebijakan ada dipimpinan dan saat ini sedang tidak ada di pulau," ujar Hari dihubungi detiksurabaya.com, Sabtu (24/1/2009).

Dia mengaku tetap akan bekerja seperti biasa, dan penyalaan listrik tetap 8 jam yakni mulai pukul 17.30 WIB hingga pukul 24.00 WIB. Lalu, hidup kembali pukul 03.00 WIB sampai pagi. (bdh/bdh)
Berita Terkait