"Seluruh komponen di Madura harus bersatu lagi. Pilgub Jatim telah selesai, dan hasilnya sudah diketahui bersama bahwa KarSa menang. Karena itu, hasil ini jangan sampai menimbulkan konflik baru," kata Fuad Amin Imron, saat memberikan penjelasan pada beberapa stafnya, Jumat (23/1/2009).
Menurut Fuad Amin yang dikenal dengan sapaan Ra Fuad itu, semua pihak harus dapat menerima hasil ini dengan legowo. Kalau ada pihak yang tidak legowo, justru akan menimbulkan konflik baru.
"Kami tidak ingin terjadi konflik lagi dan Bangkalan dituding curang lagi. Kalau itu dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, saya akan turun tangan dan akan melawan," tegasnya.
Kemenangan Karsa, lanjutnya, memang harus dihormati. Sebab pada putaran pertama dan kedua, Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) menang di Bangkalan. Dalam pemilihan suara ulang 12 Januari lalu, KarSa juga menang.
"Itu artinya tidak ada kecurangan," tandasnya.
Bahkan, lanjutnya, Fuad Amin tidak terima jika hasil pilkada ulang ini kembali dituduh curang. "Kami sudah cukup sabar, dan jangan dituduh curang lagi. Di Bangkalan ini, maling ayam, maling kambing atau maling Sapi memang ada, tetapi di sini tidak ada maling suara, tidak ada maling suara pilgub," paparnya.
Tentang masih adanya upaya dari pihak lain yang kembali akan mempermasalahkan hasil Pilgub ulang di Bangkalan ini, pihaknya langsung mengelus dada.
Ia berharap agar masalah itu tidak dilaksanakan, karena akan semakin menyakiti masyarakat Madura, khususnya Bangkalan. "Kalau dituduh curang lagi, saya sakit, masyarakat sakit dan warga Jatim juga sakit," ujar dia. (gik/gik)











































