detikNews
Jumat 23 Januari 2009, 16:40 WIB

Kepala IPL RSSA Malang Jadi Tersangka Penjualan Limbah Medis

- detikNews
Malang - Polwil Malang menetapkan Daryono Kepala Instalasi Pengolah Limbah (IPL) RSU Saiful Anwar (RSSA) Malang sebagai tersangka dalam kasus penjualan limbah medis.

Penetapan ini setelah menganggap Daryono adalah orang yang bertanggung jawab atas terjadinya penjualan limbah medis di RSSA beberapa waktu lalu diungkap Polwil Malang.

"Semua penjualan limbah medis atas suruhan tersangka," ujar Kasubagreskrim Polwil Malang Kompol Soedibyo saat dikonfirmasi di Mapolwil Malang Jalan Panglima Sudirman, Jumat (23/1/2009).

Dari penyelidikan Polwil Malang, praktek penjualan limbah ini sudah terjadi sejak tahun 2004 lalu. Semua itu atas inisiatif dari tersangka Daryono.

"Keterangan saksi saat pemeriksaan juga membuktikan tersangka sebagai otak praktek penjualan limbah medis di IPL RSSA," imbuh Soedibyo.

Sementara penyidik Polwil Malang akan mulai melakukan pemeriksaan terhadap Daryono sebagai tersangka pada pekan depan. Pemeriksaan ini pertama kalinya bagi Daryono. Karena dalam pemeriksaan sebagai saksi Daryono mangkir dalam panggilan tanpa ada alasan.

"Materi pemeriksaan dalam lingkup prosedur penanganan limbah medis di RSSA. Dalam perkembangannya nanti tak menutup kemungkinan ada tersangka baru. Karena kita terus dalami penanganan kasus ini," ungkapnya.

Sebelumnya, Polwil Malang pekan lalu telah menetapkan pegawai bagian IPL, Rudi Setiono sebagai tersangka. Dia menjadi tersangka karena tertangkap tangan menjual limbah medis tanpa melalui proses daur ulang terlebih dahulu.

meski begitu, Polwil Malang tidak melakukan penahanan terhadap tersangka. Dengan alasan penyidikan akan dapat berjalan lancar. Tanpa adanya penahanan terhadap tersangka Rudi Setiono. "Pertimbangan kita tersangka tidak melarikan diri dan berusah menghilangkan barang bukti," tutur Soedibyo.

Para tersangka akan dijerat dengan pasal 43 ayat 1 UU No 23 tahun 1997 tentang Lingkungan Hidup dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 300 juta. Ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 300 juta.

Praktek penjualan limbah medis di RSSA Malang diungkap oleh aparat Polwil Malang tiga pekan lalu. Polisi menyita 57,5 kg botol plastik bekas infus, 50 kg botol kaca bekas obat suntikan, 50 kg selang plastik infus, dan 29 kg spet (suntikan) tanpa jarum sebagai barang bukti.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, sampah medis dijual dengan harga bervariasi. Untuk botol bekas infus dijual dengan harga Rp 9 ribu perkilo, selang infus Rp 2 ribu perkilo, botol kaca bekas obat Rp 400 perkilo, spet suntik Rp 5.500 perkilo. Barang-barang itu dijual kepada sekitar lima pengepul barang bekas.


(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com