3 Bus Pariwisata vs Truk, Satu Orang Tewas Tergencet

3 Bus Pariwisata vs Truk, Satu Orang Tewas Tergencet

- detikNews
Jumat, 23 Jan 2009 09:21 WIB
Kediri - Kecelakaan beruntun yang melibatkan 3 bus dan sebuah truk terjadi di jalur Kediri-Kertosono, tepatnya di Simpang Tiga Turus, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri. Akibat kecelakaan ini satu orang meninggal dunia.

Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com, kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 04.00 WIB, Jumat (23/1/2009) tersebut bermula saat Bus Tunggal Daya dengan nomor polisi AD 1568 EG yang hendak kembali ke PG Ngadirejo setelah melakukan perjalanan dari Pulau Bali menabrak sebuah truk bernpol S 9864 W yang sedang parkir.

Penyebab kecelakaan, selain diduga sopir ngantuk, juga dimungkinkan Kondisi jalan yang minim penerangan ini diduga menjadikan penyebab kecelakaan itu.

Akibat kecelakaan tersebut, kenek bus bernama Setio Budi atau Ateng (34), warga Desa Selamar, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Magelang meninggal dunia. Kondisinya sangat mengenaskan. Tubuhnya tergencet bodi bus yang ditumpanginya. Dan saat ini jasadnya telah dibawa ke RSUD Gambiran Kota Kediri.

Selain itu, 30 penumpang bus terdepan juga mengalami luka-luka. Rata-rata mereka mengalami luka ringan akibat terkena pecahan kaca dari bus yang ditumpanginya.

Sedangkan dua bus lain yang terlibat kecelakaan juga dari PO Tunggal Daya, masing-masing bernopol AD 2970 CE dan AD 1553 AG. Keduanya terlibat dalam kecelakaan ini karena tak dapat menghindari bus terdepan. Bahkan, akibat terlibat tabrakan mendadak tersebut, bus yang ada di urutan kedua nyaris terguling setelah sebagian bodinya masuk ke dalam parit.

"Sepertinya sopir bus yang ngantuk. Saat itu truk itu benhenti sesaat setelah menurunkan penumpang, tapi tiba-tiba ditabrak dari belakang oleh bus itu," kata Biono, salah satu saksi mata yang tinggal di sekitar lokasi kecelakaan kepada detiksurabaya.com.

Secara terpisah, Kepala Pos Polisi Jongbiru Aiptu Zainal saat dikonfirmasi mengaku belum dapat memastikan penyebab terjadinya kecelakaan. Pihaknya saat ini masih berupaya melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi.

"Makanya ini nanti sopir dan kenek bus serta truk akan kami bawa ke kantor untuk diperiksa," ujar Zainal. (bdh/bdh)
Berita Terkait