Di Kelurahan Ploso, Pacitan puluhan warga mengalami demam tinggi disusul ngilu di persendian. Dalam tempo dua hari penderita susah berjalan. Hal serupa juga terjadi di wilayah lain di kecamatan kota, seperti Pacitan dan Pucangsewu.
"Saya, suami saya dan anak saya semua kena. Awalnya demam terus lutut terasa sakit sampai susah jalan. Untung segera dibawa ke dokter," ungkap Siti (31) warga Kelurahan Ploso kepada detiksurabaya.com, Kamis (22/1/2009).
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Pacitan, dr Hendra Purwaka mengakui wabah chikungunya ada di Pacitan. Hanya saja, jumlah penderitanya tidak sebanyak demam berdarah. Meski begitu, pihaknya menaruh perhatian serius terhadap munculnya penyakit tersebut.
"Hal pertama yang harus dilakukan jika ada warga yang mengalami gejala demam tinggi adalah segera memeriksakan diri ke dokter," tegas dokter yang juga aktif di PMI itu kepada detiksurabaya.com di kantornya, Jalan Letjen Suprapto.
Selain melakukan pemantauan secara klinis, kata Hendra, petugas kesehatan jika diperlukan akan meminta uji laboratorium. Perpaduan dua metode pemeriksaan itu diharapkan memberikan hasil lebih valid untuk menentukan jenis penyakit yang diderita pasien.
Kalaupun terbukti adanya serangan cikungunya, lanjut dia, penderita tidak perlu panik. Pasalnya penyakit akibat virus ini dapat sembuh dengan sendirinya. Yang terpenting adalah menjaga daya tahan tubuh, sehingga anti bodi pasien akan bekerja secara alami melawan serangan virus.
"Kalau tubuh kondisi tubuh penderita bagus penyakit ini tergolong sembuh dengan sendirinya. Kalau misalnya sampai terlambat biasanya timbul gejala-gejala nyeri di persendian. Yang perlu dipahami, penderita tidak bisa berjalan bukan karena syarafnya lumpuh tapi karena menahan nyeri itu," ujarnya. (fat/fat)










































