Pelaku melakukan aksinya di rumah milik Syaiful Anshari (34), warga Jalan Kejora 31 Satelit, Sumenep dini hari tadi. Dalam aksinya, pelaku dibantu oleh temanya yakni Nahriyanto (20), warga Desa Matana Air, Kecamatan Rubaru.
Aksi dua pelaku curanmor tersebut tergolong berani. Sebab, kendaraan akan diembat sedang diparkir di depan salah satu warung Jalan Kartini. Pelaku yang menunggu pesanan makanan melihat jelas saat dua pelaku mendekati kendaraannya.
Karena gelagatnya terlihat aneh dan mencoba menghidupkan kendaraannya dengan kunci T. Korban pun langsung berteriak maling dan spontan warga sekitar Jalan Kartini mengejar pelaku.
Warga yang selama ini resah dengan maraknya pencurian motor di wilayah kota dan sekitarnya spontan menghajar dua pelaku dengan bogem saat di Jalan Kartini, Sumenep. Dua pelaku pun babak belur dan lebam di bagian wajah dan seluruh tubuhnya.
Aksi main hakim sendiri itu akhirnya dihentikan petugas Polsek Kota yang sedang berpatroli. Lalu, kedua pelaku digelandang berikut barang buktinya untuk kepentingan penyidikan.
Kapolsek Kota AKP Moh Heri EP mengatakan, aksi pelaku pencurian melibatkan pelajar sangat meresahkan warga.
"Kini kedua pelaku ranmor itu masih diperiksa intensif. Sebab, tidak menutup kemungkinan mempunyai keterlibatan dengan 3 ABG pelaku ranmor yang saat ini juga menjalani penyidikan di polres," ungkap Heri kepada detiksurabaya.com di kantornya, Jalan Trunojoyo, Sumenep.
Kini kedua pelaku bakal dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.
Sementara, Unit Reskrim dan Intelkan Polres Sumenep juga mengamankan barang bukti berupa 8 unit motor yang diduga kuat hasil kejahatan. Ke 8 unit motor dari berbagai merek tersebut diamankan dari KMP Dharma Bahari Sumekar yang hendak berangkat ke pulau Kangean.
Hingga, Selasa (20/1/2009) pagi, 8 unit kendaraan tersebut belum diketahui pemiliknya. Sebab, saat petugas melakukan razia diatas kapal tidak ada satupun penumpang kapal yang mengakui. Diprediksi, motor 'bodong' itu sengaja ditinggal oleh pemiliknya saat ada razia petugas.
KBO Reskrim Polres Sumenep, Ipda Solikhin Fery mengatakan, modus pengiriman sepeda motor hasil curian ke sejumlah pulau sangat rapi. Para meninggalkan sepeda motor di atas kapal setelah membayar biaya
pengiriman. Setelah sampai di Kangean dan situasi lepas dari pengawasan pihak keamanan baru sepeda motor tersebut diturunkan oleh jaringannya.
"Jadi, saat dirazia di kapal memang tidak ada pemiliknya. Tapi, di pulau yang menjadi tujuan sudah ada yang menunggu," ujar Fery pada wartawan di Polres Sumenep, Jalan Urip Sumoharjo.
Untuk mengungkap pemilik ke 8 unit sepeda motor 'bodong' tersebut, penyidik akan memeriksa pihak anak buah kapal (ABK) Dharma Bahari Sumekar. "Kita tidak ingin kehilangan jejak. Siapa pemilik 8 unit sepeda motor yang ada di atas kapal penumpang itu harus ditangkap," tegasnya. (fat/fat)











































