Unjuk rasa yang dilakukan warga buntut kekecewaan karena sekdes mengingkari janjinya untuk segera mengakhiri perselingkuhannya dengan Canik (36), yang tak lain tetangganya sendiri.
"Dulu saat kita gerebek katanya sudah nggak akan mengulangi, tapi nyatanya malah menjadi-jadi. Dia kami anggap sudah tidak layak menjadi pemimpin di desa ini," ujar koordinator aksi warga, Khomarudin kepada wartawan, Senin (19/1/2009).
Dalam aksinya, selain berteriak-teriak menyampaikan tuntutan warga juga membentangkan beberapa poster berisi kecaman tindakan bejat sang sekdes. Antara lain bertuliskan: "Pemimpin Selingkuh Harus Diberangus","Kami Tidak Mau Punya Pemimpin yang Bejat" dan lain-lain.
Sementara saat aksi berlangsung, sekdes justru tidak menampakkan diri. Bahkan saat warga berusaha bertemu di balai desa, tidak tampak ada di ruang kerjanya.
"Ini sudah bukti dia tidak layak lagi dijadikan pemimpin di desa ini. Dicari warganya saja dia menghilang, pokoknya kami menuntut dia harus diganti," teriak Khomarudin diamini oleh warga lainnya.
Secara terpisah Kepala Desa Sugihwaras, Komar Jaya saat dikonfirmasi mengaku tidak tahu menahu perselingkuhan yang dilakukan stafnya. Meski begitu, pihaknya berjanji akan mengakomodir tuntutan warga dengan menyampaikan ke Bupati Nganjuk.
"Yang jelas keinginan warga ini akan kami tampung. Terkait pelengseran Pak Imam kami akan menyampaikannya ke Bapak Bupati dan beliau yang memiliki wewenang untuk melakukannya," kata Komar.
Usai melakukan aksinya, ratusan warga meninggalkan balai desa dengan tertib. Namun mereka masih menyempatkan menempelkan sejumlah poster yang berisi kecaman atas sang sekdes di ruang kerjanya. (fat/fat)











































