Dalam istighosah tersebut selain diikuti santri Pondok Pesantren Syaichona Cholil, Demangan Barat, juga diikuti warga setempat. Diprediksi peserta istighosah mencapai 1.000 orang. Istighosah ini mendokan agar pelaksanaan pilgub lancar dan aman dihadiri ulama berpengaruh di daerah tersebut yakni KH Muhammad Faisol, KH Muhammad Makki, dan KH Khon Tabroni.
Ketua PCNU Bangkalan, KH Fachrillah Aschal mengatakan, pelaksanaan istighosah yang melibatkan santri dan masyarakat umum bertujuan agar Pilgub ulang yang sudah memasuki hari tenang ini berjalan lancar dan menghasilkan pemimpin Jatim yang amanah dan bertanggungjawab.
"Pilgub ulang di Madura ini merupakan penentu siapa pemimpin Jatim 5 tahun kedepan. Makanya, perlu digelar doa dan himbauan agar warga tidak terprovokasi dengan segala macam bentuk politik kotor," ujar Fachrillah Aschal pada wartawan di halaman Masjid Pasar Kapoh, Kelurahan Demangan, Kecamatan Kota Bangkalan, Senin (19/1/2009)lokasi istighosah.
Dia menilai, pelaksanaan Pilgub ulang di Kabupaten Bangkalan dan Sampang rentan dengan terjadinya konflik horizontal. Sebab di tengah kehidupan masyarakat terhadap dukungan pasangan cagub antara yang satu dengan lain tidak sama. "Jika kondisi ini tidak ditanggapi dengan bijak, maka Pilgub ulang hanya akan menimbulkan bencana bagi warga Madura," ungkapnya.
Untuk itu, kiai karismatik ini meminta warga Bangkalan dan pada umumnya warga Madura menghargai perbedaan pendapat maupun pilihan pada Pilgub ulang ini. Sebab, tidak cukup hanya dengan pengamanan ketat pada saat pelaksanaan jika tidak ada kesadaran berpolitik, baik dari warga, maupun dari pendukung kedua pasangan calon.
"Jangan sampai ada pertumpahan darah usai Pilgub Jatim ini," pungkasnya. (bdh/bdh)










































