Kabag Ops Polresta Madiun Kompol Moch Muklas kepada detiksurabaya.com di Pos Pasar Sleko mengatakan, pengamanan dilakukan secara ketat baik secara terbuka maupun tertutup di 22 Pos yang dilalui iring-iringan ribuan pendekar silat SH Winongo. Ini dilakukan karena tiap tahunnya sering ditemukan insiden bentrokan antar pendekar silat.
"Acara Syuran Agung SH Winong itu digelar di markas SH Winongo akan diikuti ribuan pesilat, namun untuk antisipasinya kita telah kerahkan 1.006 personel di tempatkan semua titik yang rawan," jelas Muklas.
Menurut Muklas, semua titik rawan terjadinya bentrok antar perguruan tersebut ditempatkan sedikitnya 10 sampai 50 personel. Seperti di pos perempatan Pasar Sleko, Pos Klegen, Jalan Tamrin, serta di jalur perbatasan pintu masuk wilayah kota dan kabupaten yang akan dilalui dari berbagai daerah luar Madiun.
Selain itu, penutupan jalur juga dilakukan saat iring-iringan pendekar silat masuk perkotaan seperti jalur jalan H Agus Salim, Jalan Mastrip juga jalan Diponegoro karena semua konvoi dihindarkan masuk di kawasan pusat kota.
Dari pantauan detiksurabaya.com iring-iringan ribuan pendekar silat SH Winingo mulai masuk perkotaan sejak pukul 10.00 WIB. Mereka berdatangan dari berbagai daerah luar Madiun seperti Ngawi, Magetan, Ponorogo serta Nganjuk dengan mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian. (bdh/bdh)










































