Dalam aksinya, massa juga menanami pohon pisang di tengah kerusakan jalan. 25 Km jalan yang rusak tersebar di beberapa titik seperti di Jalan Desa Dadapan, Dingin dan Ngrancang Kecamatan Kendal, Desa Cengel, Gondang dan Soco Kecamatan Jogorogo.
Koordinator aksi, Anwar Tohir mengatakan, jalanan rusak parah seperti Jalan Kerbau. Jalanan tersebut merupakan jalur yang sering digunakan warga. Warga sudah mengadu ke perangkat desa maupun Pemkab Ngawi, namun tidak ada tindak lanjutnya.
"Kita sudah usul berkali-kali ke aparat pemerintahan, namun mereka sepertinya tutup mata saja, sehingga kita sangat kecewa dan jangan salahkan kita kalau kita tanami pohon pisang biar diketahui Bupati," kata Anwar yang mengaku jengkel dengan lamabannya penanganan dari pemerintah, Sabtu (17/1/2009).
Anwar menerangkan, jalanan tersebut pernah diaspal pada tahun 2004 lalu. Saat terjadi kerusakan, hanya ada perbaikan tambal sulam. Namun, saat ini kerusakan parah terjadi di beberapa ruas tapi tidak ada perbaikan.
"Ini baru aksi awal. Kalau aspirasi kami tidak dihiraukan, kami akan menggelar aksi yang lebih besar lagi," ancamnya.
Puluhan massa yang terdiri dari orang dewasa hingga anak-anak, juga membentangkan berbagai poster yang bertuliskan diantaranya 'Bupati dan DPRD, ojo mbok pangan (jangan memakan,Red) uang rakyat. Dandani (perbaiki,Red) Batan'.'Pak Bupati ojo turu ae, dandani dalane iki (Bapak Bupati jangan tidur terus, perbaiki jalan ini, Red)'.'Bupati, duit pajek ojo mbok badog, dandanono, ratane rakyat (Bupati, uang pajak jangan dimakan, perbaiki, ratakan jalannya,Red).
Untuk menumpahkan kekesalannya, warga menanami ruas jalan yang rusak dengan tanaman pohon pisang dan membakar ban bekas di tengah jalan. Aksi ini berjalan damai dan mendapatkan penjagaan sekitar 10 personel dari Polsek Kendal. (roi/fat)










































