Di Madura, terdapat sentra kebun buah naga. Tepatnya di Desa Sendang, tepatnya di perbatasan Kabupaten Pamekasan-Kabupaten Sumenep. Tidak kurang lima petani buah naga mengembangkan komoditas buah asli Afrika ini.
Para petani menjadikan kebun buah naga miliknya menjadi semacam agro wisata. Pembeli bisa memetik buah naga yang hendak dibelinya.
Bagi pembeli yang ingin cepat pulang, petani buah naga membangun kios sederhana di depan kebunnya. Lokasi kebun buah naga di Desa Sendang, memang strategis. Sebab berlokasi di pinggir Jalan Raya Surabaya-Sumenep.
Lokasi yang strategis ini, tidak merepotkan para peminat yang hendak membeli buah naga. Tinggal menepikan mobil dan sepeda motor pribadinya, maka si calon pembeli akan dilayani pemilik kebun buah naga.
Seperti yang dilakukan H Mujib. Saat pembeli menghampiri kios buah miliknya, maka petani yang memiliki 1.000 batang pohon buah naga ini, akan menawarkan penjualan swalayan atau penjualan langsung. Jika pembeli memilih swalayan, maka H Mujib akan memberi gunting buah dan tas plastik. Bagi pembeli yang ingin cepat pulang, layanan penjualan ditangani istrinya Hj Fitriyah.
"Buah naga termasuk buah yang berbobot besar. Sebutirnya bisa mencapai 9 ons. Konsumen tidak bisa membeli dengan bobot satu kilo pas," kata H Mujib kepada detiksurabaya.com di lokasi, Sabtu (17/1/2009). Jika membeli dua butir, maka bobotnya bisa 1 kilo 3 ons. Yang pasti, harga buah naga menjelang Imlek ini dibandrol Rp 21 ribu per kilonya.
Mendekati hari Imlek, omzet penjualan buah naga meningkat sampai 25%. Pada hari biasa, H Mujib hanya bisa menjual 80 kilo. Kini, omzetnya bisa satu kwintal. (fat/fat)










































