Harga cabe semula Rp 3 ribu menjadi Rp 10 ribu perkilonya. Karena stok cabe di Pasar baru Lumajang mulai Berkurang. Sedangkan pembeli dari luar kota berdatangan mencarinya.
"Waduh Mas, harga cabe rawit naik 7 ribu," kata Bu Suwarsih (45) salah satu pedagang yang ditemui detiksurabaya.com di Pasar Baru Lumajang, Sabtu (17/1/2009).
Suwarsih menambahkan, pengiriman cabe rawit dari Kecamatan Pasrujambe, Candipuro, Seduro, Pasirian dan Randuagung sejak satu minggu terakhir sepi. Bahkan cabe yang masuk di Pasar Baru Lumajang tidak pedas dan masih muda atau belum layak panen.
"Kayaknya harga cabe akan naik terus, sebab hujan terus mengguyur dan merusak tanaman," tutur Suwarsih.
Semantara petani yang juga pedagang cabe asal Kecamatan Randuagung, H Iqbal ditemui di Pasar Baru Lumajang mengatakan, hujan yang tidak menentu mengguyur Lumajang membuat satu hektar tanaman cabenya membusuk.
Bahkan saat ini petani juga berperang dengan penyakit daun tanaman cabe karena terjangkit hama. Sehingga jika tidak cepat dipanen dini, petani bisa rugi puluhan juta rupiah. "Kalau tidak cepat dipanen, petani bisa bangkrut Mas," tegas H. Iqbal. (fat/fat)











































