Peristiwa itu bermula saat dia hendak mencuri sebuah HP milik Solichatun Ilmiyah (19), mahasiswi di STAIN Kediri. Saat mengendap untuk bisa masuk ke kamar kost yang ditinggal pemiliknya kuliah, pelaku diteriaki maling oleh penghuni rumah kost lainnya hingga mengundang datangnya massa dalam jumlah besar.
Pelaku yang kelabakan berusaha melarikan diri ke areal kebun tebu. Namun naas, massa yang sudah geram dengan aksinya terus mengejar dan berhasil menangkapnya untuk dihajar secara beramai-ramai.
Beruntung, disaat tersangka dihakimi massa, petugas patroli dari Polsekta Kediri secara kebetulan lewat dan menyelamatkannya. Namun akibat hajaran massa, pelaku menderita luka lebam di bagian kepala dan sekujur badannya hingga membuatnya nyaris tewas.
Dalam pemeriksaan petugas terungkap jika selama ini pelaku merupakan spesialis pencuri HP. Dari tangannya, petugas berhasil mengamankan 6 buah HP dalam berbagai merek dan type, yang belum sempat dijualnya.
"Saya sudah nggak hafal lagi berapa kali mencuri. Tapi sering, dan biasanya saya lakukan saat anak-anak kost itu pergi dari kamarnya," ujar Rianto di Mapolsekta kediri sambil tertunduk lesu menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya, Jumat (16/1/2009).
Ketika ditanya tujuannya melakukan pencurian HP, bapak satu anak yang sudah pernah dipenjara karena kedapatan mengendarkan judi togel tersebut mengaku, uang hasil penjualan HP curian dipergunakan untuk membayar utang.
"Saya punya utang ke teman saya banyak, dan saya nggak sanggup membayarnya kalau hanya mengandalkan gaji sebagai kuli angkut sayur di pasar," ujar pelaku sambil menahan sakit. (bdh/bdh)










































