Baliho PKNU yang berukuran 6x8 meter itu menimpa seorang pengguna jalan yang sedang mengendarai motor yakni Nur Laili Wulandari (25), warga setempat. Akibatnya, korban langsung pingsan dna tubuhnya luka-luka di bagian pipi kanan dan benjol di atas mata.
Salah seorang saksi mata, Ny Imaroh (45) mengatakan, baliho PKNU yang roboh bersamaan dengan angin cukup kencang. Besi penyangga balihonya jebol dan roboh menimpa kepala korban.
"Saat ditolong warga, korban tidak sadarkan diri. Lalu, dilarikan ke RSU Dr Moh Anwar," kata Imaroh kepada detiksurabaya.com di lokasi, Kamis (15/1/2009).
Sementara salah seorang dokter RSU Dr Moh Anwar Sumenep, Dr Aria mengatakan, pasien yang tertimpa baliho belum sadarkan diri.
"Pasien yang saya tangani ini belum sadar. Akan diketahui gagar otak atau tidak setelah dilakukan proses opservasi dan membutuhkan waktu 2 jam," ujar Aria di ruang kerjanya, Jalan Dr Cipto, Sumenep.
Pihak kepolisian sendiri kini sedang mengumpulkan data di lokasi kejadian dan dari keterangan dokter RSU Dr Moh Anwar, Sumenep.
"Saya masih mengumpulkan data, baik di TKP maupun di rumah sakit guna memperjelas robohnya baliho salah satu partai politik tersebut," ujar Kapolsek Kota AKP Moh Heri EP kepada detiksurabaya.com di RSU Dr Moh Anwar.
Sementara suami korban, Kamarullah (30) warga Desa Kebonagung, Sumenep mengaku bakal melaporkan kasus tersebut ke kepolisian. Sebab, diduga partai politik yang memajang baliho tidak memperhatikan keselamatan pengguna jalan.
"Saya akan melaporkan kasus ini pada polisi dan panwas pemilu. Sebab, diduga partai yang bersangkutan lalai dalam memancang baliho," tegas Kamarullah pada detiksurabaya.com saat mendampingi istrinya di RSU Sumenep. (fat/fat)











































