Akibat kejadian ini, tug boat yang seharusnya merapat di dermaga PLTU Buton 11 Januari lalu membuat pasokan listrik di Jawa-Bali terancam terganggu.
Informasi yang berhasil, Tug Boat Santosa V yang membawa 10 ABK ini terdampar di perairan Pantai Prigi sejak 5 hari yang lalu. Kondisi cuaca buruk dan tingginya gelombang laut, membuat awak kapal tersebut tak berani melanjutkan perjalanan.
"Kami tidak ingin mengambil resiko dengan terus melanjutkan perjalanan, karena keselamatan kami dan muatan yang kami bawa jauh lebih berharga," kata Akbar, salah satu Anak Buah Kapal (ABK) Tug Boat Santosa V, kepada wartawan, Kamis (15/1/2009).
Terkait kejadian yang menimpa kapalnya, Akbar mengaku hal tersebut sudah dilaporkannya ke perusahaan tempatnya bekerja.
Ketika ditanya mengenai kapan perjalanan untuk mengirimkan batubara tersebut dilanjutkan, Akbar mengaku belum dapat memastikan. "Perusahaan sudah mengizinkan kami berlindung. Intinya perjalanan akan kami lanjutkan apabila cuaca sudah membaik," ujarnya.
Selama berlindung di Perairan Prigi, Akbar mengaku dia dan sejumlah rekannya harus hidup dengan kondisi seadanya. Hal ini tak lepas dari terus menipisnya persediaan makanan, karena tertundanya perjalanan.
"Tapi kami sedikit bersyukur, karena makanan di sekitar sini cukup murah. Selain itu, perhatian dari warga dan aparat kepolisian sangat kami rasakan," ungkapnya.
Sementara, akibat terdamparnya tug boat Santosa V, pasokan listrik di Jawa-Bali kemungkinan akan mengalami gangguan.
"Tapi semoga saja hambatan yang kami alami tidak sampai berdampak separah itu. Yang jelas apa yang kami alami sudah kami laporkan ke atasan, dan tentunya sudah menghubungi PLTU Bunton," ujar Akbar. (bdh/bdh)











































