Penambangan Sirtu Dirazia, Mobil Kapolres Digedor Massa

Penambangan Sirtu Dirazia, Mobil Kapolres Digedor Massa

- detikNews
Kamis, 15 Jan 2009 15:28 WIB
Mojokerto - Razia terhadap penambangan pasir dan batu (sirtu) di Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Mojokerto sempat ricuh. Mobil kapolres Mojokerto dihadang warga yang menolak penutupan lokasi tambang sirtu.

Warga yang menghadang mobil itu menempatkan belasan sepeda motor di tengah jalan utama desa. Beberapa perempuan bahkan mencaci maki kapolres beserta camat Ngoro. "Pejabat enak korupsi, kami kerja malah ditutup," kata Maysaroh (33), warga setempat, Kamis (15/1/2009).

Protes yang dilakukan Maysaroh bersama warga lainnya berakhir dengan kericuhan kecil antara polisi dengan warga. "Ayo kita perang dengan orang kafir. Jangan takut, kalau tidak dibuka kita perang saja," teriak Slamet (41) kepada warga lainnya.

Teriakan itu membuat warga semakin berupaya mendekat ke mobil yang ditumpangi Kapolres Mojokerto AKBP Tabana Bangun. Mobil dinas itu digedor-gedor warga yang tidak puas dengan penutupan lokasi Galian C tersebut.

Menghindari kericuhan yang makin besar, seorang tokoh warga lalu menenangkan amarah massa yang marah. Setelah itu, mobil Kapolres Mojokerto beserta Kodim 0815 dan truk polisi serta Satuan Polisi Pamong Praja, diizinkan melintas. Namun warga tetap menumpahkan kekesalan dengan mengumpat.

Setelah rombongan kapolres meninggalkan lokasi, warga kemudian membuka kembali 2 lokasi penambangan sirtu yang sempat ditutup petugas.

Dari informasi yang dihimpun, kenekatan warga membuka kembali penambangan sirtu ini dipicu ketidakpuasan atas kebijakan pemerintah yang melarang adanya penggalian sirtu. Padahal di lokasi itu banyak terdapat pabrik penambang pasir dan batu namun tetap dibiarkan beroperasi oleh pemerintah setempat. (bdh/bdh)
Berita Terkait