Nyaris semua perabot yang berada di dalam rumah hancur berantakan karena tertimpa bangunan rumah yang roboh. Bahkan atap gentengnya sempat terbang setinggi 1 meter dan akhirnya terhempas di dinding rumah sebelahnya.
Meski begitu, pemilik rumah selamat dari musibah tersebut. Pasalnya, saat peristiwa terjadi korban sedang berada di sawah. Sedangkan Kusiyah (70), istrinya berada di rumah salah satu anaknya di Desa/Kecamatan Rogojampi.
Dari informasi yang digali detiksurabaya.com di lokasi, tanda-tanda akan terjadinya puting beliung sebetulnya sudah dirasakan warga. Gumpalan awan hitam terlihat menggelayut di atas langit disertai angin kencang.
"Saya mau ke sawah Mas, tapi tiba-tiba angin berhembus dengan kencangnya, atap rumah Mbah Safi'i langsung terbang. Beruntung saya sempat menghindar," jelas Asiyah (40), tetangga korban kepada wartawan di lokasi kejadian.
Korban yang pulang dari sawah hanya bisa tertegun saat melihat warga membersihkan reruntuhan rumahnya. "Lho.. omahku nek endi? (Lho rumahku mana?)," tanya korban sesaat pulang dari sawahnya.
Beruntung sata ini korban ditampung di salah satu rumah tetangganya hingga rumahnya dibangun kembali. (fat/fat)











































