PLM Kadari Hilang Diduga Tenggelam Ditelan Ombak

PLM Kadari Hilang Diduga Tenggelam Ditelan Ombak

- detikNews
Rabu, 14 Jan 2009 15:12 WIB
Sumenep - Perahu Layar Motor (PLM) Kadiri yang berangkat dari Pelabuhan Rakyat Mimbaan Situbondo, Jawa Timur diduga hilang ditelan ombak di perairan antara Sapudi dengan Kepulauan Raas, Sumenep, Madura.

PLM Kadiri tersebut berpenumpang 7 orang termasuk 4 orang anak buah kapal. PLM yang biasa mengangkut penumpang itu berangkat dari Situbondo, Selasa (13/1/2009) kemarin pukul 09.00 WIB. Dan seharusnya, kapal itu sudah tiba di pulau Raas, Sumenep sekitar pukul 15.00 WIB. Namun, hingga, Rabu (14/1/2009) sore ini, kapal itu belum tiba dan tidak diketahui keberadaannya.

Pihak keluarganya menduga, PLM Kadiri tersebut ditelan ombak. Sebab, saat melakukan kontak terakhir dengan salah satu ABK, Syafi'i (18), warga Raas, sempat menginformasikan jika kondisi ombak sangat ganas dan mencapai ketinggian 5 meter. Saat itu, PLM Kadiri sudah kehilangan keseimbangan.

Salah seorang keluarga ABK, Abrori (36) warga Pulau/Kecamatan Raas, Sumenep mengatakan, komunikasi terakhir dengan Syafi'i via telepon selulernya, Selasa kemarin pada pukul 12.45 WIB.

"Waktu itu mengabarkan jika perahunya diterjang ombak. Tapi, yang disampaikan kurang jelas karena sinyal putus-putus," kata Abrori saat dihubungi wartawan melalui telepon, Rabu (14/1/2009).

Dia mengaku sudah menghubungi semua warga nelayan pesisir Pulau Raas serta melakukan komunikasi dengan warga Situbondo. Namun, tidak menemukan bangkai PLM Kadiri maupun penumpang atau ABK yang lain.

Sementara, hal yang sama juga dialami Perahu Layar Motor (PLM) tanpa nama. PLM yang mengangkut rumput laut seberat 30 ton dengan 5 orang ABK tenggelam di perairan Majenangger, Kecamatan Arjasa (Pulau Kangean), Sumenep, Selasa (13/1/2009) malam.

PLM tersebut berangkat dari Pulau/Desa Sasiil Kecamatan Sapeken, Sumenep hendak menuju Kecamatan Bluto. Namun, ditengah perjalanan tepatnya di Dusun Labak Perru bagian selatan diterjang ombak lalu tenggelam.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sebab, ke 5 ABK berhasil menyelamatkan diri dengan memakai pelampung dan dievakuasi oleh nelayan setempat. (bdh/bdh)
Berita Terkait