"Contoh, yang kami larang adalah kapal penumpang cepat yang menuju Bawean," ujar Kepala Adpel Gresik, Asmari kepada detiksurabaya.com, Rabu (14/1/2009).
Dan meski tidak dilarang, namun banyak kapal kargo yang berbobot di atas 500 GT enggan untuk berlayar, meski muatannya sudah penuh. Para pemilik kapal tidak mau menanggung risiko bila terjadi apa-apa di tengah laut nanti. Kapal hanya ditambatkan begitu saja di pinggir dermaga atau di laut tak jauh dari dermaga.
"Kami kan juga berkomunikasi dengan kapal lain yang sudah berlayar. Mereka mengatakan cuaca masih buruk. Itu juga yang menjadi pertimbangan kapten kapal," ujar Yono, salah satu ABK KM Daya yang mengaku sudah 4 hari menunggu kapal berangkat.
Sementara itu, sambil menunggu cuaca baik, kapal lain masih tengah sibuk mengangkut barang yang tersisa. Tidak terlihat penumpukan antrean truk di Pelabuhan Gresik.
"Ini kan masih beberapa hari. Mungkin berbeda jika gelombang tinggi bertahan lebih dari 10 hari" tukas sirin, salah satu sopir truk. (bdh/bdh)











































