Usai ritual keboa-keboan itu, 100-an orang melapor ke panitia telah kehilangan ponsel dan dompetnya. Diduga kawanan pencopet menyusup diantara ribuan pengunjung.
Berkali-kali terdengar pengumuman kehilangan dari kantor panitia. Dan berkali-kali juga panitia hanya bisa mengingatkan pengunjung agar waspada dengan kejadian tersebut.
"Pengunjung diharap waspada, sudah 100-an orang yang melapor kehilangan HP dan dompetnya," suara panitia dari dalam ruangan mengingatkan pengunjung, Minggu (11/1/2009).
Nasib kehilangan ponsel juga menimpa seorang wartawan freelance televisi swasta nasional, Bintoro. Ponsel Nokia 8210 miliknya raib sesaat acara kebo-keboan dimulai.
"Bukan HP-nya sih, tapi nomernya itu yang mahal. Banyak nomor rekan-rekan saya," keluhnya saat bercerita ke rekan-rekannya di lokasi kejadian.
Rupanya, peristiwa ini bukan pertama kali. Di tahun-tahun sebelumnya, acara kebo-keboan selalu dimanfaatkan kawanan penjahat untuk mencari mangsa. Sepertinya panitia penyelenggara yang akan datang harus mencari sistem pengamanan yang tepat. (fat/fat)










































