Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Kabupaten Lamongan Mustakim Arif membenarkan kalau ada perahu nelayan Lamongan yang kecelakaan di lepas pantai sebelah utara Pulau Madura. "Kapal Sido Mekar ini membawa 22 orang, dan berlayar dari Lamongan baru pada Kamis lalu," ujarnya.
Mustakim menuturkan, saat itu kondisi ke-22 nelayan yang sempat terombang ambing di tengah lautan selamat dan tidak ada satu pun korban jiwa. "Semua nelayan tersebut saat itu diselamatkan oleh KM Osam Tiger milik Camar Resourses Canada, perusahaan pengeboran minyak lepas Pantai Bawean sekitar pukul 12 malam. Dan saat ini berada di pengeboran lepas pantai milik Camar Resourses Canada yang ada di sebelah utara Pulau Madura," ungkapnya.
Kapal yang terkena hantaman ombak besar dan angin kencang itu menurut Mustakim sudah dalam perjalanan pulang ke Lamongan setelah sempat 5 hari melaut untuk mencari ikan. "Mereka sudah mendapatkan ikan sebanyak kurang lebih 5 ton ikan dan berniat untuk pulang," terangnya seraya mengatakan kalau kapal Nelayan jening porsen itu adalah milik Sujito, warga Keluarahan Blimbing, Kecamatan Brondong.
Mengenai identitas ke-22 nelayan tersebut, Mustakim belum mengetahui dengan pasti, hanya saja diketahui kalau sebagian nelayan tersebut adalah warga Blimbing, Kecamatan Brondong Lamongan. "Yang terpenting semua nelayan itu tidak ada yang menjadi korban dengan luka-luka yang serius," ungkapnya.
Mengenai upaya pemulangan ke-22 nelyan tersebut, Mustakim menuturkan kalau siang ini para nelayan akan dijemput oleh Dinas Perikanan dan Kelautan di Tanjung Perak Surabaya. "Jam 4 nanti para nelayan ini akan diikutkan kapal milik Camar Resources Canada yang akan berlabuh di Tanjung perak dari pengeboran lepas pantai Pulau Madura," jelas Mustakim. (bdh/bdh)











































