Para sopir MPU tersebut mengaku kesulitan untuk mendapatkan premium. Meski ada SPBU di wilayah selatan kota yang sempat melayani konsumen namun tidak berlangsung lama. Dalam sekejap premium habis dan sopir MPU yang sudah antre berjam-jam harus menanggung kekecewaan.
Ketua paguyuban sopir MPU jurusan Kecamatan Batuputih, Sumenep Masjuki (39) mengatakan, untuk mendapatkan premium susahnya setengah mati. Sehingga, para sopir MPU memutuskan untuk tidak beroperasi sampai stok premium aman.
"Sudah antre tapi tidak mendapatkan jatah premium, mending tidak jalan dulu," kata Masjuki saat ditemui detiksurabaya.com di Jalan Raya Pamolokan, Sumenep, Selasa (6/1/2009) pagi.
Hal serupa juga dikeluhkan para sopir angkutan umum lainnya jurusan Tanjung, Kecamatan Saronggi. "Untuk sementara, para sopir yang biasa melayani jurusan kota menuju Tanjung istirahat," kata salah seorang sopir, Moh Imron pada detiksurabaya.com di Jalan Trunojoyo.
Sementara itu, pengelola SPBU milik Pemkab Sumenep, Agus mengakui jika sejak 4 hari terakhir pengiriman premium sering mengalami keterlambatan, sehingga stok di SPBU kosong. "Kalau sudah stok habis, kami terpaksa menutup SPBU," ujar Agus pada wartawandi kantornya, Jalan Lingkar Timur.
Informasi yang diterima pihaknya, Depo Camplong, Sampang sudah siap untuk mendistribusikan BBM sesuai dengan jadwal semula sehingga kelangkaan dapat teratasi. "Hari ini semoga pendistribusian sudah lancar sehingga kelangkaan BBM dapat terasi," kata Agus. (gik/gik)










































