Pohon ini berada tepat di depan lokasi petilasan Umpak Songo, reruntuhan bangunan Kerajaan Blambangan.
Menurut Mbah Soiman (75), tokoh masyarakat Desa Tembokrejo, keunikan dari pohon palm tua peninggalan Kerajaan Blambangan itu seakan mampu merasakan situasi nasional di negeri ini.
Seingat Mbah Soiman, hingga kini pohon Palm Jambe aneh ini sudah mati hidup sebanyak 7 kali. Mati sebelum atau akan terjadinya peristiwa besar melanda Indonesia. Hidup kembali setelah situasi negara normal sediakala.
"Saat negara ini gonjang-ganjing pasti Palm Jambe itu akan mati. Misalnya saat pergantian Presiden Gus Dur yang kacau, lalu pada tahun 1998 dan sejarah penting di negara ini lainnya. Palm akan tumbuh lagi pas situasi negara mulai aman kembali," cerita Mbah Soiman, yang juga juru kunci petilasan Umpak Songo saat ditemui detiksurabaya.com di rumahnya, Senin (5/1/2009).
Saking tuanya, ukuran tinggi pohon Palm Jambe ini tak seperti Palm Jambe lainnya. Tinggi pohon ini mencapai 10 meter. Sedangkan diameter dari pangkal batangnya pun melebihi ukuran biasanya. Diperkirakan, Palm Jambe tua ini ditanam bersamaan dibangunnya kompleks Kerajaan Blambangan ratusan tahun silam. (bdh/bdh)











































