Sebelum tiang setinggi 4,2 meter ambruk, terjadi luapan air dari Sungai Bangsal sejak semalam karena didera hujan. Meski tadi pagi sudah surut namun air menggerus pondasi tiang.
Menurut salah satu warga, Sumadi (48) tiang itu ambruk karena kondisi tiang jembatan yang dibangun tahun 1942 silam oleh Belanda dan direnovasi oleh Dinas PU Bina Marga Pemprov Jatim tahun 1980 lalu, sudah rusak dan digerus air.
"Jembatan ini sudah banyak yang retak dan karatan. Dan belum pernah dibangun lagi," kata Sumadi kepada detiksurabaya.com di samping jembatan.
Sebelum ambruk, kata dia, dirinya tidak mendengar suara-suara. Hanya saja, dirinya mendengar suara air bergemuruh. "Tiba-tiba byuur..dan saya melihat kerangka tiang jembatan sudah roboh dan jatuh di bawah jembatan," tambahnya.
Kejadian ini langsung dilaporkan ke petugas kepolisian terdekat. Imbas kejadian ini, kendaraan berat yang melebihi berat 5 tonase dialihkan ke beberapa jalur alternatif. Diantaranya, dari arah Jombang melalui Krian menuju Mojosari, sedangkan dari arah Pasuruan menuju Mojokerto dialihkan ke Kecamatan Pungging menuju Prambon dan Mojokerto.
"Dampak kejadian, semua kendaraan yang melebihi 5 tonase dialihkan. Ini demi keselamatan pengguna jalan," kata Kanit Laka Polres Mojokerto, Iptu Etika Triyadi kepada detiksurabaya.com.
Dari pantauan detiksurabaya.com, semua kendaraan yang melintas di jalur jembatan itu berjalan pelan dan beberapa petugas kepolisian terlihat mengatur lalu lintas. Sedangkan lokasi ambruknya tiang jembatan diberi tanda peringatan berupa drum-drum yang dipasang berjajar di lokasi.
Sementara informasi yang dihimpun, panjang jembatan sekitar 2 meter dengan lebar 7,3 meter dan tinggi tiang masing-masing sekitar 4,2 meter. (fat/fat)











































