Puting Beliung Porakporandakan Puluhan Rumah

Puting Beliung Porakporandakan Puluhan Rumah

- detikNews
Sabtu, 03 Jan 2009 13:14 WIB
Puting Beliung Porakporandakan Puluhan Rumah
Tuban - Angin puting beliung disertai gerimis, memporakporandakan puluhan rumah dan kandang ayam, di kawasan pantai utara (Pantura) Desa Klutuk, Kecamatan Tambakboyo, Tuban.

Akibat amuk angin berlangsung kurang lebih 15 menit membuat 80 rumah gentengnya terbang berhamburan. Tak ketinggalan, kejadian yang oleh warga dianggap bencana kiriman mahluk gaib itu, meluluhlantakkan kandang ayam berkapasitas 3.500 ekor milik Sun'an warga setempat.

Meski membuat warga panik dan berhamburan ke luar rumah, namun peristiwa Jumat (2/1/2009) malam tak menimbulkan korban jiwa. Termasuk kandang ayam yang ambruk juga tak ada isinya, karena empat hari sebelumnya telah dipanen pemiliknya.

Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com dari warga Klutuk menyebutkan, kejadian angin puting beliung yang terjadi mendadak. Apalagi sore harinya tak ada angin dan hujan pun hanya berlangsung tidak deras.

"Angin datang mendadak, hujannya juga hanya gerimis. Tapi angin dari utara yang datang tadi malam, sangat kencang dengan suara kemrosok menakutkan," kata Pak Kung, warga saat ditemui detiksurabaya.com di sela-sela gotong royong memperbaiki rumah warga yang rusak gentengnya di Desa Klutuk, Kecamatan Tambakboyo, Tuban, Sabtu (3/1/2009).

Beruntung, meski diguncang angin kencang tak menimbulkan rumah roboh. Hanya saja satu unit kandang ayam dalam kondisi kosong, luluh lantak rata dengan tanah. Taksir kerugian dari ambruk kandang ini mencapai Rp 140 juta.

Termasuk juga dua pohon Solobin dan Sono di kompleks sendang (sumber air) Klutuk roboh. Robohnya dua pohon ini, menimpa pipa PDAM yang mengambil sumber dari sendang Klutuk. Diperkirakan pipa dari paralon dan besi tersebut, penyet sehingga mengganggu sirkulasi air yang dikirim ke wilayah Tambakboyo dan sekitarnya.

"Untungnya meskipun angin puting beliung menyerang, tidak sampai ada rumah penduduk yang roboh. Kerusakan paling banyak pada bagian atap, genteng pada terbang dan runtuh," ungkap Sarmani saat ditemui di samping warga lainnya. (fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini