Saat armada keperintisan habis masa kontraknya, otomatis warga Masalembu terisolir. Sebab, tidak ada angkutan perahu yang khusus melayani transportasi yang melintasi Laut Jawa tersebut.
Kepala Desa Masalima, Kecamatan Masalembu, Sumenep, Agus Dianto mengatakan, sejak 28 Desember 2008 hingga 3 Januari 2009, warga 4 desa di Kecamatan Masalembu tidak bisa kemana-mana. Bahkan, warga Masalembu yang ada di daratan juga tidak bisa pulang.
"Warga 4 desa di Masalembu betul-betul terisolir," kata Agus kepada detiksurabaya.com, Sabtu (3/1/2009).
Warga 4 desa yang saat ini tidak dapat keluar dari Pulau Masalembu yakni warga Desa Masalima dan Desa Sukajeruk. Sedangkan 2 desa lainnya berada di Pulau Masa Kambing dan Pulau Karamian. Ke-4 desa tersebut masuk wilayah Kecamatan Masalembu, Sumenep.
Dia menambakan, jika hingga pertengahan Januari 2009 tidak ada armada laut yang melayani lintas Kalianget menuju Masalembu maka stok 9 bahan pokok (Sembako) akan habis. "Jika ini yang terjadi maka warga Masalembu akan mengalami kelaparan," ujarnya.
Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sumenep, Ach Aminullah menjelaskan, pemerintah daerah sudah berusaha ada armada pengganti sementara yang melayani Kalianget menuju Masalembu yakni PT Sumekar Line. Namun, masih menunggu kebijakan bupati dan persetujuan DPRD.
"Pihak PT Sumekar Line sudah siap melayani lintas Kalianget menuju Masalembu, tapi kan butuh subsidi sebesar Rp 22 juta setiap kali berangkat. Jika tidak ada subsidi maka PT Sumekar Line tidak mempunyai kemampuan. Makanya, kita masih menunggu kebijakan bupati dan persetujuan subsidi itu dari DPRD," ujar Aminullah kepada detiksurabaya.com di Terminal Arya Wiraraja, Sumenep.
Kepala Adpel Kalianget, A Rahim membenarkan jika sejak 28 Desember 2008hingga hari tidak ada armada laut yang melayani Kalianget menuju Masalembu. Sebab, kapal perintis sudah habis masa kontraknya.
"Kapal perintis itu akan melayani kembali jika proses kontrak sudah dilakukan. Biasanya, sampai bulan Februari baru ada armada keperintisan yang beroperasi lagi," ujar A Rahim di kantornya, Jalan Pelabuhan Kalianget.
Biasanya, 2 kapal perintis milik pemrpov Jatim melayani perairan Sumenep dan mengambil rute Surabaya-Masalembu dan sandar di Kalianget. Setelah itu melanjutkan perjalanan menuju Sapeken dan Banyuwangi, Jawa Timur. Kini rute tersebut tidak lagi ada armada yang beroperasi. (fat/fat)










































