Pekerja Jembatan Yang Hilang Terseret Arus Sungai Ditemukan

Pekerja Jembatan Yang Hilang Terseret Arus Sungai Ditemukan

- detikNews
Kamis, 01 Jan 2009 17:02 WIB
Pekerja Jembatan Yang Hilang Terseret Arus Sungai Ditemukan
Banyuwangi - Setelah dilakukan pencarian selama 3 hari, akhirnya mayat Ibnu Malik (32), pekerja jembatan perbatasan antara Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo-Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung, Banyuwangi, yang hilang terseret arus Sungai Kalibaru, ditemukan dalam keadaan tak bernyawa lagi, Kamis (1/1/2009) sore.

Jasad warga Dusun Kertosari Kelurahan Tukang Kayu Kecamatan Banyuwangi Kota, itu ditemukan sekitar 7 Km dari lokasi kejadian. Tepatnya, dibantaran Sungai Kalibaru masuk Dusun Krajan Capit Urang, Desa Siliragung, Kecamatan Siliragung, sekitar pukul 14.15 WIB.

Tubuh korban ditemukan secara tak sengaja. Pasalnya, mayat korban yang mulai membusuk dan mengeluarkan bau tidak sedap tersebut tersangkut jaring jala milik warga yang tengah menjaring ikan. Disaat bersamaan melintas rombongan warga lainnya yang tengah melakukan pencarian.

Meski mulai rusak, namun keluarga serta rekan korban yang turut dalam rombongan itu masih dapat mengenali ciri-ciri korban. Terlebih, ditubuhnya masih melekat sabuk pengaman yang digunakan korban saat berkerja diproyek perbaikan jembatan jembatan milik perhutani tersebut.

"Dari sabuk pengaman jelas kalau itu tubuh Ibnu,meski baju kaos warna hijaunya sudah hilang dan tubuhnya membengkak," terang Mufid, salah seorang warga yang turut dalam pencarian, saat ditemui di lokasi penemuan mayat korban.

Penemuan jasad korban membuat pihak keluarga lega. Meski harus kehilangan anggota keluarganya, Katman (80), orangtua korban, yang turut ke lokasi penemuan mengaku sangat kehilangan. Pasalnya, anak keenam dari 10 bersaudara tersebut dikenal sebagai pekerja keras.

"Alamarhum itu anak saya yang keenam dari 10 saudara, dia sejak kecil sudah terlihat rajin berkerja. Ya namanya takdir saya juga ikhlas dan rela melepasnya," tutur Katman, sambil berurai air mata meratapi kepergian putranya.

Korban tewas setelah terseret arus Sungai Kalibaru, saat berkerja membersihkan sampah yang menyangkut, dan menumpuk di pangkal rangkaian tiang besi penyangga yang berdiri di atas sungai berarus deras tersebut, sekitar pukul 17.00 WIB, Selasa (30/12/2008) lalu.

Dari informasi yang dihimpun, korban saat itu bermaksud mengurangi beban berlebih pada tiang penyangga yang besi-besinya terlihat mulai berkarat. Mengingat, sejak siang hari sebelum kejadian hujan deras mulai mengguyur kawasan setempat.
(bdh/bdh)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait