"Hujan sejak kemarin sore deras banget, dan tiap sore juga hujan terus. Dan jika hujan deras, daerah ini menjadi langganan banjir," kata Sumiati, salah satu warga. Akibat direndam banjir, warga tidak bisa keluar rumah untuk merayakn malam pergantian tahun.
Jika harus keluar rumah, warga harus menggunakan gethek atau perahu dari kayu, atau batang pisang yang diikat. Puluhan kepala keluarga di dusun itu menyediakan gethek.
"Karena sudah langganan, jadi harus siap-siap," imbuh Sumiati.
Selain tidak bisa keluar rumah, akibat banjir itu warga tidak bisa memasak dan mengharapkan bantuan dari pihak desa. Untuk banjir kali ini, pihak desa belum menyalurkan bantuan nasi bungkus. Biasanya bantuan disalurkan jika banjir tidak surut dalam waktu dua hari. Seperti pada banjir awal bulan ini.
Puluhan rumah di Dusun Kraton selalu tergenang banjir dari sungai Mayang. Air sungai itu akan meluap jika curah hujan tinggi dan hujan terjadi dalam tiga hari berturut-turut. (bdh/bdh)











































