Manis dan Sedapnya Sate Ayam Khas Ponorogo

Manis dan Sedapnya Sate Ayam Khas Ponorogo

- detikNews
Rabu, 31 Des 2008 08:22 WIB
Manis dan Sedapnya Sate Ayam Khas Ponorogo
Ponorogo - Jangan pernah mengaku datang ke Kota Reog Ponorogo, jika belum mampir di Gang Sate. Di gang itu banyak rumah warga yang berjualan sate ayam khas Ponorogo.

Untuk mencari Gang Sate sangat mudah. Saat masuk perkotaan dari arah Madiun sekitar 500 meter sebelum Pasar Legi Songgo Langit Ponorogo. Harga untuk satu porsi berisi 10 tusuk sate plus lontong cukup merogoh kocek sebesar Rp 14 ribu.

Salah satu kios sate ayam di Gang Sate milik Hj Siti Aminah RT 2 RW 4 Kelurahan Nologaten Kecamatan Kota/Kabupaten Ponorogo. Istri Tukri ini mengaku dalam sehari dirinya menghabiskan 10 ribu hingga 15 ribu tusuk sate.

"Ya alhamdulilah di sini yang paling rame satenya. Dalam sehari omzet saya 10 ribu-15 ribu tusuk sate dan sudah mempekerjakan 18 karyawan," jelas Hj Siti Aminah kepada detiksurabaya.com di kiosnya, Rabu (31/12/2008).

Selain melayani pengunjung yang selalu ramai, kios ini juga melayani pesanan. Baik untuk pesta atau katering, baik dari Ponorogo atau di luar Ponorogo. Seperti Madiun, Surabaya, Solo serta Jogja.

"Pesanan paling banyak dari luar kota mas, kebanyakan pengusaha katering di Surabaya, Madiun juga Jogja," tambahnya.

Dia menjelaskan, usaha sate ayamnya dikelola turun temurun sejak nenek moyangnya tahun 1910 silam. Kini usaha sate itu dikelola anak cucunya.

Sementara Suroto (40), anak menantu Hj Siti Aminah yang juga mengelola kios sate mengaku kawasan tersebut dinamakan Gang Sate karena di Kelurahan Nologaten ada 20 pengusaha sate berjajar di rumahnya masing-masing.

"Ya karena banyaknya penjual sate akhirnya kata nenek moyang dulu terus dinamakan gang sate," jelas Suroto sembari mengaduk bumbu satenya.

Suroto mengaku pembuatan sate seperti layaknya sate-sate lainnya secara umum. Yakni daging ayam yang sudah diiris-iris, diaduk dengan bumbu yang telah disiapkan yakni bawang merah, bawang putih, kemiri, lengkuas, jinten serta garam. Setelah itu ditusuk dan langsung dibakar dengan mengoleskan adonan gula kelapa agar terasa manis.

Dalam sehari, jelas dia, untuk membuat 10 ribu hingga 15 ribu tusuk sate, penghasilan kotornya sekitar Rp 5 juta. Dirinya memerlukan sekitar 2 kwintal lebih daging ayam potong. (fat/fat)
Berita Terkait