Kenaikan cabe rawit itu terjadi di tingkat pedagang yang ada di sejumlah pasar tradisional di Sumenep. Baik di pasar kabupaten maupun pasar tradisional, seperti Pasar Bangkal, Lenteng dan Ganding.
Salah seorang pedagang cabe rawit di Pasar Anom Baru Sumenep, Ny Umaroh (45), mengatakan, naiknya harga cabe kali ini karena adanya permintaan konsumen yang sangat tinggi dibanding pekan sebelumnya.
Semula, permintaan cabe rawit setiap harinya mencapai 1 kwintal. Pada awal pekan ini mencapai 2 kwintal. "Dalam sekejab, 2 kwintal stok cabe rawit ludes terjual," kata Umaroh kepada detiksurabaya.com, di Pasar Anom Sumenep, Jalan Trunojoyo, Senin (29/12/2008).
Dia memprediksi, tingginya harga cabe rawit, selain stok mulai berkurang juga bersamaan dengan perayaan Tahun Baru Islam, serta pergantian tahun. Sedangkan pengiriman dari Jawa berkurang.
Sementara Kepala Bidang (Kabid) Bina Pedagangan Dinas Perisdustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sumenep, Erfandi mengatakan, naiknya harga cabe itu memang biasa terjadi setiap menjelang tutup tahun.
Apalagi bersamaan dengan perayaan besar Islam dan stok di pasaran sedikit. "Jadi, hukum pasar berlaku. Barang sedikit dan permintaan tinggi pasti harga naik," kata Erfandi kepada detiksurabaya.com.
Sementara pantauan detiksurabaya.com, kebutuhan pokok lainnya justru mengalami penurunan harga. Minyak goreng curah tanpa merk dari Rp 8.000 menjadi Rp 7.000/kg atau turun 12,50 persen. Kemudian harga daging sapi murni dari Rp 65 ribu turun ke Rp 60 ribu/kg (7,69 persen). Sedangkan harga kebutuhan lainnya, tergolong masih terbilang normal. (fat/fat)










































