Namun warga masih berbondong-bondong mendatangi lokasi semburan untuk memenuhi rasa penasarannya. Sebab warga sempat was-was jika semburan itu akan berdampak seperti yang terjadi di Porong Sidoarjo.
"Semburannya sudah mengecil," ujar Field Administration Super Intendent JOB PPEJ Rinzani kepada detiksurabaya.com, Minggu (28/12/2008).
Hingga saat ini, kata Rinzani, pihaknya tetap berupaya menutup semburan tersebut dengan cara memasukkan lumpur pengganti yang baru ke sumur Lengaowangi 2. Bila
tidak ada masalah, tambah Rinani, semburan tersebut sudah bisa ditutup dalam dua hari ini.
"Penanganannya mudah karena sumbernya sudah jelas yakni sumur tua peninggalan Belanda. Berbeda dengan Lapindo yang sumbernya tidak jelas," ucap Rinzani.
Dari pengamatan detiksurabaya.com, semburan lumpur tersebut memang sudah mengecil. Hanya sesekali semburan tersebut meletup ke udara, itu pun hanya meletup membelah air yang berada di atas lumpur.
Sementara itu warga masih saja berdatangan ke lokasi pengeboran. Tidak hanya dari desa sekitar, warga dari desa lain seperti Sumber, Sidomoro, Randuagung dan lain-lain juga berbondong-bondong melihat semburan itu.
"Tetap saja kita takut. Sekarang mengecil namun siapa yang bisa menjamin nantinya tiba-tiba besar lagi kayak Lapindo," kata Jupri, warga Randuagung yang menonton bersama anakanya. (gik/gik)











































