Selama 3 hari terakhir, wisatawan lokal nampak memadati pantai yang mempunyai pasir tak berdebu tersebut. Tanaman pohon cemara seluas hampir 4 hektar membuat pengunjung betah untuk menikmati keindahan pantai. Kelapa muda dan makanan khas Madura pun menjadi menu utama yangdijual para pedagang setempat. Tak ayal, jika dari pagi hingga sore, pantai yang mempunyai keunikan tersendiri selalu ramai dengan pengunjung.
Setiap harinya, tak kurang dari 1.200 pengunjung. Jumlah tersebut memang tidak seramai pada peringatan lebaran ketupat yang mencapai 75 ribu orang. Namun, liburan kali ini cukup mengembirakan warga setempat. Sirkulasi ekonomi warga setempat ikut bangkit dengan datangnya wisatawan.
Salah seorang penjaga tiket masuk Pantai Lombang, Kabupaten Sumenep, Tauhid mengatakan, pengunjung pantai cukup ramai. Terutama dari kawula muda pada sore hari. "Mayoritas yang datang ke sini masih warga Madura atau orang luar daerah yang mempunyai rumah di Madura," ujar Tauhid pada detiksurabaya.com, di pintu masuk Pantai Lombang, Sumenep, Sabtu (27/12/2008).
Sedangkan pengunjung pada pagi hingga siang hari, mayoritas dari kalangan keluarga. Mereka membawa mobil pribadi dan anak-anaknya. Selain menikmati pantai dengan mandi dan menyewa perahu juga sekedar untuk membeli makanan khas Madura serta buah kelapa. "Para pengunjung kelihatan senang dan santai banget saat di pantai," ujarnya.
Pada Sabtu (27/12/2008) pagi, mobil pribadi bernopol M dan L mulai memadati tempat parkir. Diprediksi, puncak pengunjung akn terjadi pada tahun baru mendatang. "Kalau tahun baru pasti lebih ramai. Biasanya, juga ada yang membawa sound syistem sendiri untuk joget bersama," paparnya.
Sementara, salah seorang pengunjung asal Surabaya, Ny Desy (38) mengaku sengaja datang ke Sumenep, selain untuk mengunjungi keluarga juga ingin tahu Pantai Lombang. "Ternyata Pantai Lombang mempunyai keindahan tersendiri dibanding tempat wisata lainnya," ujar Desy pada detiksurabaya.com.
Namun ia mengeluhkan kondisi jalan yang bergelombang dan jarak tempuhnya sangat jauh. Di sisi lain juga belum tersedia penginapan sehingga para wisatawan harus mencari hotel di wilayah kota. "Kalau fasilitas di Pantai Lombang ini lengkap dengan penginapannya, pengunjung akan lebih betah," ungkapnya. (bdh/bdh)











































