Korban meninggal, Kamis (24/12/208) dini hari tadi yakni, Sudang (50) dan Samah (28). Adapun, korban kritis antara lain, Sahlan, Hasan, Hamsani, Sahwan, Amaniyah, Inong, Ayok, Sulis, Embar.
Mereka di rawat intensif di pusat kesehatan masyarakat (Puskemas) Kecamatan Arjasa bersama puluhan warga lainnya yang kondisinya tidak terlalu parah.
Tokoh masyarakat setempat, Badrul Aini mengatakan, wabah muntaber itu menyerang warga Desa Sawah Sumur sejak sepekan terakhir. Namun, baru menelan korban jiwa dini hari tadi.
"Semua korban tewas dan yang kritis berasal dari 1 desa yakni Sawah Sumur," kata Badrul Aini pada detiksurabaya.com, Kamis (25/12/2008).
Dia memprediksi, penyakit muntaber yang menyerang warga 1 desa itu disebabkan karena sarana air bersih tidak tersedia. Selama ini, warga mengkonsumsi air dari 1 sumur desa. "Makanya, hampir semua warga 1 desa diserang muntaber," ungkapnya.
Sementara, Kepala Desa Sawah Sumur, Kecamatam Arjasa, Sumenep, Suhari Numo mengatakan, warga sangat membutuhkan penanganan medis secara intensif dan sifatnya mendesak sebelum ada korban lain. "Saat ini, Puskesmas Arjasa tidak lagi mampu menampung pasien muntaber," kata Suhari pada detiksurabaya.com.
Untuk jangka panjangnya, kata dia, pemerintah kabupaten perlu membangun sarana air bersih yang sangat dibutuhkan warga. "Jika tidak ada pemba guna sarana air bersih, maka kasus serupa akan kembali terjadi," paparnya. (bdh/bdh)










































