Hasil evaluasi Dinas Perhubungan Sumenep, pekerja yang sedang mengelas penyangga rumah kontrol yakni Wawan terlalu berani mengambil risiko. Sebelum penyangga pengganti selesai di las, penyangga lama sudah dilepas. Akibatnya, rumah kontrol beton itu ambrol.
Tidak hanya itu, dermaga yang biasa dilalui penumpang jurusan Kalianget menuju Banyuwangi tersebut ikut ambruk akibat tertimpa beton.
Kepala Dinas Perhubungan Achmad Aminullah, mengatakan dugaan sementara, ambrolnya dermaga tersebut karena kesalahan teknik.
"Seharusnya penyangga rumah kontrol itu diganti dulu baru yang lama dibuang," ujar Aminullah kepada wartawan di lokasi, Rabu (24/12/2008).
Dia tidak mengetahui pasti kapan proyek pekerjaan dermaga itu harus selesai. Alasannya, kontraktornya dari luar Sumenep dan dananya dari APBN sebesar Rp 6 miliar. "Hanya pekerja proyek itu banyak orang Sumenep dan kapan harus selesai saya tidak tahu," ungkapnya.
Namun dia meminta pihak kontraktor bertanggungjawab terhadap kerugian materi pekerja yang telah menjadi korban. "Kontraktor harus bertanggungjawab sepenuhnya atas peristiwa ini," paparnya.
Sementara Kapolsek Kalianget, Sumenep, AKP Arifaini mengaku masih melakukan penyelidikan terhadap ambrolnya dermaga Kalianget, Sumenep. "Kita belum tahu pasti apa penyebabnya, saya bersama anggota masih melakukan penyelidikan," katanya di lokasi kejadian. (gik/gik)











































