Jelang Dirjend Perkeretaapian Sidak, 2 Kereta Api Tabrakan

Jelang Dirjend Perkeretaapian Sidak, 2 Kereta Api Tabrakan

- detikNews
Rabu, 24 Des 2008 15:02 WIB
Nganjuk - Sidak jalur kereta yang dilakukan Direktur Jendral Perkeretaapian Departemen Perhubungan, Wendi Aritenang di Stasiun Kertosono Kabupaten Nganjuk, diwarnai terjadinya tabrakan kereta. Beruntung, kejadian tersebut tak sampai menganggu jalur transportasi kereta api lainnya.

Informasi yang berhasil digali detiksurabaya.com menyebutkan, dua kereta yang terlibat tabrakan adalah lokomotif PC 20231 dengan sebuah rangkaian kereta api yang sedang parkir di salah satu jalur. Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB.

"Jadi sekitar 30 menit sebelum Pak Dirjend datang. Tapi semua aman terkendali kok, semuanya sudah dapat diatasi," kata Wakil Kepala Stasiun Kertosono, Atmunadi saat dikonfirmasi detiksurabaya.com melalui telepon, Rabu (24/12/2008).

Akibat kejadian tersebut, rel tempat terjadinya tabrakan patah sepanjang hingga 2 meter. Selain itu, as roda dari lokomotif yang terlibat tabrakan juga patah.

"Tapi semua sudah dapat teratasi, dan lokomotof yang anjlok sudah dapat kami evakuasi. Yang terpenting, itu hanya jalur lansir dan kami jamin tidak akan mengganggu transportasi kereta lainnya," ujar Atmunadi.

Ketika ditanya mengenai penyebab terjadinya tabrakan, Atmunadi mengaku hal tersebut karena faktor alam dan kelalaian jajarannya saat memarkir lokomotif.

"Hasil identifikasi kami, loko itu secara tiba-tiba mundur setelah tanah di bawahnya amblas. Itu hal biasa, apalagi semalam turun hujan lebat sehingganya tanahnya jadi labil," ungkap Atmunadi.

Sementara terkait sidak yang dilakukan Dirjen Perkeretaapian, Atmunadi mengaku semuanya berjalan lancar. Dirjend diakui datang pada pukul 09.30 WIB dan hanya singgah tak lebih dari 7 menit.

"Tadi beliau di sini hanya singkat saja, karena memang jadwalnya padat. Beliau tadi menyampaikan jika hasil sidaknya menyebutkan jalur kereta api di Pulau Jawa aman dan kejadian seperti di Medan dijamin tidak akan terulang," jelas Atmunadi. (gik/gik)
Berita Terkait