Perampokan Dana JPES di Banyuwangi Ternyata Akal-akalan

Perampokan Dana JPES di Banyuwangi Ternyata Akal-akalan

- detikNews
Selasa, 23 Des 2008 16:02 WIB
Banyuwangi - Perampokan yang menimpa nasabah bank yang mengakibatkan dana Jaringan Pengaman Ekonomi Sosial (JPES) Rp 45 juta yang terjadi, Senin (22/12/2008) di Banyuwangi ternyata fiktif.

Dua korban yang melapor ke polisi, Asrofi (30) (bukan Asrowi-red) dan Suseno (38) akhirnya ditangkap. Dua orang pengurus JPES Desa Tamanagung Kecamatan Cluring ini ternyata membuat skenario perampokan setelah uang yang disimpan di dalam jok Yamaha Mio hilang.

Laporan perampokan yang dilakukan 4 orang penjahat berkendara sepeda motor RX King, bersenjata pisau seperti yang mereka adukan ke polisi sama sekali tidak pernah terjadi.

Laporan palsu itu berhasil diungkap Polsek Gambiran, setelah melakukan pemeriksaan secara terpisah pada keduanya. Di dalam pemeriksaan yang berakhir dinihari itu, ditemukan beberapa kejanggalan. Seperti kronologis saat penodongan dan perampasan uang JPES yang ditaruh di dalam jok motor Mio yang mereka kendarai.

"Menurut Suseno, perampok itu menodong dan mengambil sendiri uang yang ditaruh di dalam jok. Sedangkan, Asrofi mengaku jika ditodong dan dia yang mengambilkan uang itu," terang Kapolsek Gambiran, AKP Ma'ruf saat ditemui di kantornya Jalan Raya Jember, Jajag, Selasa (23/12/2008).

Menurut Asrofi, ide laporan palsu itu berasal dari Suseno saat mengetahui uang tersebut amblas tanpa bekas. Ia terpaksa setuju lantaran panik dan terbayang untuk mengganti uang puluhan juta rupiah tersebut. Namun, Suseno membantah jika ulah bohong itu darinya. Menurutnya, hal itu merupakan kesepakatan bersama.

Meski sempat didesak, Asrofi dan Suseno tetap bersikeras jika dirampok di jalan raya Desa Wringinrejo Kecamatan Gambiran. Padahal sepulangnya mencairkan uang di Bank Jatim Cabang Genteng, keduanya mampir ke rumah Susilowati di Desa Yosomulyo.

Polisi berhasil menemukan fakta sebenarnya, setelah mengecek lalu lintas komunikasi dari telepon genggam Asrofi. Di dalamnya terdapat beberapa panggilan masuk dan keluar.

"Setelah kita telepon satu persatu, nomer panggilan masuk dan keluar yang ada di HP Asrofi, kita mendapatkan keterangan dari seorang bernama Susilowati," terang Ma'ruf.

Dari Susilowati itulah, lanjut Ma'ruf lagi, polisi mendapatkan informasi jika uang tersebut hilang saat di rumah Susilowati, bukannya karena dirampok.

Dalam reka ulang yang dimulai sekitar pukul 13.00 WIB dan berlangsung satu jam itu, beberapa kejanggalan kembali ditemukan. Seperti ngototnya Suseno, yang mengatakan, saat kejadian terlihat seseorang mengambil uang dari dalam jok. Map dan buku tabungan  yang ditaruh bersama uang sudah beserakan ditanah.

Anehnya, lubang kunci jok tidak ditemukan cacat atau kerusakan akibat dijebol paksa. Padahal saat itu jok dalam kondisi terkunci rapat. Guna penyelidikan lebih lanjut dan akibat laporan palsunya, kedua orang tersebut ditahan. Sebab tidak menutup kemungkinan, hilangnya uang negara ini adalah bagian dari skenario untuk memperkaya diri sendiri.
(gik/gik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini