Ribuan Keramba Rumput Laut Rusak Diterjang Ombak

Ribuan Keramba Rumput Laut Rusak Diterjang Ombak

- detikNews
Senin, 22 Des 2008 08:50 WIB
Ribuan Keramba Rumput Laut Rusak Diterjang Ombak
Sumenep - Nasib petani rumput laut di pantai pesisir selatan Kota Sumenep, Madura tak menentu. Ombak dan angin kencang ini merusak ribuan keramba (Madura: Ancak) atau tempat memproduksi rumput milik nelayan.

Akibatnya petani mengalami kerugian puluhan juta dalam peristiwa tersebut. Karena keramba rumput laut rusak dan berserakan di bibir pantai. Apalagi hujan dan angin kencang yang terjadi seminggu lalu dan disusul ombak ganas sejak 2 hari terakhir makin merusak keramba.

Bahkan, dini hari tadi ombak juga datang tiba-tiba dan merusak keramba rumput laut, tepatnya di Desa Aeng Dake dan Desa Pakandangan Kecamatan Bluto.

Sementara di Kecamatan Saronggi, keramba rumput laut di Desa Tanjung rusak. Keramba rumput laut itu terhempas ke bibir pantai dan bibit yang sudah berumur antara 15 sampai 20 hari lepas dari keramba dan terhanyut.

Salah seorang petani rumput laut, Marsuki (43) warga Dusun Longlong, Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi, Sumenep, mengatakan produksi rumput laut sebenarnya sudah menurun sejak musim hujan. Kondisi itu diperparah dengan angin kencang dan disusul dengan ombak yang mengganas.

"Keramba rumput laut yang rusak mencapai ribuan, Mas! 1 KK ada yang mempunyai 3 sampai 4 keranda. Bagi warga nelayan yang modalnya besar bisa mencapai 15 sampai 20 keranda. Semuanya rusak diterjang ombak," kata Marsuki kepada detiksurabaya.com di rumahnya, Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi, Sumenep, Senin (22/12/2008).

Untuk memperbaiki keramba rumput laut yang berukuran 9X12 meter membutuhkan modal cukup besar yakni pada kisaran Rp 750 ribu hingga Rp 1 juta. "Itu pun kalau bambunya tidak patah. Kalau sudah tidak bisa dipakai terpaksa harus membeli lagi jika ingin membudidaya rumput laut," ujarnya.

Kerugian petani pun belum bisa diprediksi. Sebab, ombak ganas yang menerjang wilayah Perairan Laut Sumenep dini hari tadi juga terjadi di kepulauan. Pantauan detiksurabaya.com, petani rumput laut yang mengeluh dengan ombak ganas dan angin kencang yakni nelayan pulau Kangean seperti di Sapeken, Pagerungan Besar, Gayam, Gili Genting dan sebagian pulau kecil yang berdekatan dengan Laut Jawa.

Sementara Ketua Harian Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana dan Pengungsi (Satlak PBP) Kabupaten Sumenep, Moch. Dahlan, mengatakan, warga Sumenep perlu mewaspadai bencana alam yang diprediksi bakal terjadi pada akhir tahun ini.

"Setiap saat tentunya kita harus mewaspadai bencana alam, baik puting beliung, ombak besar, maupun beristiwa alam lainnya yang datang sewaktu-waktu," ujar Dahlan kepada wartawan di kantornya, Jalan dr Cipto.

Pihak pemkab juga akan menggerakkan relawan bencana ke semua wilayah yang sudah disiagakan di masing-masing kerjanya. "Jadi, jika ada bencana alam yang mengakibatkan musibah pada warga hendaknya cepat dilaporkan kepada aparat setempat atau pada petugas bencana alam terdekat," katanya. (fat/fat)
Berita Terkait