Ketua Panitia Seleksi CPNS Pamekasan, Jamaludin Karim, menegaskan untuk ke-10 peserta tes yang kedapatan memegang bocoran kunci jawaban tes pertama yang digelar Rabu, 10 Deseember lalu dilarang ikut tes kembali.
Ke-10 orang pemegang bocoran kunci soal itu yakni Lutfi Laila, Nursaleha, Mohamad salim, Zaini Fathan, Hikmatin, Karimatun, Vera Kurniawati, Najmah, Fitriyah, dan Tutik Fauzin.
"Pemegang bocoran kunci jawaban tes telah melakukan kecurangan. Jika mereka dibiarkan ikut tes dan lulus, maka bukan tidak mungkin bakal menjadi pegawai negeri yang curang," tandas Jamaludin Karim saat dihubungi, Sabtu (20/12/2008).
Jamaludin menambahkan, agar pelaksanaan tes ulang CPNS berjalan aman dan lancar, pihaknya meminta bantuan Polres Pamekasan untuk menerjunkan anggotanya ke setiap sekolah yang digunakan pelaksanaan tes. Tes ulang CPNS, kata Jamaludin, akan menggunakan 31 sekolah negeri di kota Pamekasan.
"Dari sekolah dasar samai sekolah kejuruan, akan kami gunakan untuk tempat tes ulang. Untuk menutup ruang gerak para joki, setiap ruang kelas hanya digunakan untuk 20 orang peserta," paparnya.
Jamaludin yang juga Sekertaris Daerah Kabupaten Pamekasan menjamin berkas soal akan sampai di Pamekasan tepat waktu. Seperti diberitakan, soal sesi kedua tes pertama lalu sempat terlambat 5 jam.
"Pihak Unair telah menyatakan siap memasok berkas soal tepat waktu," jelas Jamaludin. Sementara tes CPNS kali ini, diikuti 7.000 peserta. Mereka akan berebut 315 formasi PNS yang dibutuhkan Pemkab Pamekasan. (fat/fat)










































