Puting beliung yang pertama kali menimpa wilayah Sumenep sejak musim menghujan ini sangat membuat warga panik dan ketakutan. Akibat sapuan angin itu, 4 rumah warga milik Sahera, Moh Suhdi, Tijani dan Moh Sahra hancur. Bagian atapnya ambruk dan gentingnya berterbangan.
Bahkan, pohon asam yang berada di belakang rumah Sahera ikut tumbang. Beruntung idak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, ada 2 warga yang mengalami uka-luka akibat tertimbun reruntuhan bangunan rumah.
Kepala Desa Pakandangan Tengah, Kecamatan Bluto, Sumenep, Ali Makki mengatakan, hujan deras yang disertai angin terjadi sejak sore hari. Angin bertambah kencang ada pukul 19.00 WIB. Saat itu, warga sudah mulai mewaspadai kemungkinan adanya puting beliung.
"Puting beliung yang dikhawatirkan itu ternyata benar-benar terjadi," ujar Ali Makki pada detiksurabaya.com.
Desa Pakandangan Tengah yang berada di pesisir selatan pantai Kota Sumenep ini memang rentan terjadi puting beliung. Sebab, setiap tahun selalu ada rumah warga yang menjadi korban.
"Puting beliung malam ini masih tidak seberapa parah jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya," ujarnya.
Ia menambahkan, warga yang rumahnya rusak kini mengungsi pada tetangga terdekat. Dan warga yang lain tetap mewaspadai datangnya puting beliung susulan. Sebab, hingga
pukul 22.45 WIB hujan dan angin kencang masih melanda Kota Sumenep. (gik/gik)











































