Menurut Kepala SDN Kertonegoro III, Bibit Widayati, ambruknya ruangan itu karena diguyur hujan deras berjam-jam, Selasa (16/12/2008) sore.
"Dua hari lalu, para pelajar belum kita pindahkan. Setelah diguyur hujan berturut-turut dan melihat bangunan makin retak-retak, kami bermusyawarah dengan desa dan dibolehkan KBM di balai desa," kata Bibit kepada wartawan di lokasi.
Sejak roboh, dua hari lalu Rabu-Kamis (17-18/12/2008) pelajar kelas I sudah belajar di mushola setempat. Sedangkan sisanya masih menempati ruang kelas masing-masing. Namun selama dua hari hujan deras, ruang kelas yang awalnya retak, terlihat membayakan.
Pihak sekolah dan desa pun akhirnya memindahkan para pelajar kelas 1 dan 2 di mushola dan pelajar kelas 4, 5 dan 6 belajar di kantor desa. Bibit berharap sekolahnya segera diperbaiki dan ruangan yang sudah ambruk segera dibangun kembali agar proses belajar berjalan normal.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Ahmad Sudiyono mengatakan akan memasukkan daftar rehab untuk sekolah itu tahun depan. "Bangunan sudah tua dan diguyur hujan, jadi rusak. Tahun depan akan kita rehab," ujarnya.
Pihaknya belum bisa melakukan perbaikan tahun ini, disebabkan pihaknya masih melakukan rehabilitasi di Kecamatan Sumberbaru dan Kecamatan Panti. (fat/fat)











































