Maroah menjadi korban penipuan setelah tersangka yang saat itu berkunjung ke rumahnya mengaku dekat dengan Kapolres Banyuwangi. Dia menjanjikan pekerjaan bagi Hengki Kurniawan (19), anak laki-laki korban. Hengki dijanjikan menjadi cleaning service di Mapolres Banyuwangi. Namun dengan syarat harus membayar uang sebesar Rp 4 juta, sebagai uang pelicin bagi Kapolres Banyuwangi.
Karena penampilan serta ucapan tersangka yang menyakinkan, Maroah akhirnya bersedia untuk memenuhi syarat tersebut. Apalagi, itu semua demi anak semata wayangnya yang setamat dari SMA belum juga mendapat perkerjaan.
"Karena kasihan sama anak saya, Waktu itu saya setor Rp 1.200.000 dari Rp 4 Juta yang diminta. Wartawan itu setuju, katanya sebagai uang muka, Pak," jelas Maroah yang ditemani Hengki saat menjalani pemeriksaan di Mapolsek Srono, Jumat (19/12/2008) siang.
Seminggu kemudian, lanjut Maroah, tepatnya Kamis (18/12/2008) siang kemarin, tersangka datang ke rumah korban lagi untuk mengambil uang sisa pembayaran. Namun, korban hanya sanggup menyetor Rp 600 ribu saja. Oleh tersangka, sisa pembayaran selanjutnya diberi tempo hingga tanggal 27 Desember depan. Jika tidak sanggup membayar maka dipastikan perkerjaan akan hilang dan uang tidak bisa dikembalikan.
Karena curiga, akhirnya korban melaporkan kasus itu ke Polsek Srono. Tersangka sendiri ditangkap di rumah kontrakannya di Jalan Raya Wonosobo, Srono, Kamis malam kemarin pukul 22.00 WIB.
Bahkan saat akan ditangkap, tersangka sempat menggertak petugas dengan mengaku sebagai wartawan Polda Jatim. Meski digertak, petugas tetap menyeret tersangka ke Mapolsek Srono.
Perkataan serupa juga diucapkan, saat para wartawan mengambil gambarnya. "Hei... hei... jangan gitu dong, kita sama-sama wartawannya. Aku wartawan Polda Jatim," ujar tersangka setengah berteriak sambil menutupi mukanya.
Dari tangan laki-laki bertubuh gempal ini, polisi mendapati dua kartu pers, Tabloid Radar Minggu dan Dhamar Kahuripan. "Kedua kartu pers itu masa berlakunya sudah habis setahun lalu," terang Kapolsek Srono Iptu Suwito saat ditemui di kantornya di Jalan Raya Srono. (bdh/bdh)











































