Akibat serangan hama sundep ini ribuan petani terancam merugi. Dari serangan hama sundep ini, kondisi paling parah yakni di Kecamatan Jatiroto, Yosowilangun, Pasirian Kunir, Rowokangkung dan Tempeh.
Meski sudah menggunakan pestisida dengan cara disemprot dan ditabur, namun tetap saja hama sundep tidak hilang. "Waduh mas sudah berbagai cara untuk mengatasinya, namun hama sundep terus menyerang padi petani," kata Ketua Kelompok Tani Makmur, Sulaiman (50) warga Desa Krai Kecamatan Yosowilangun kepada detiksurabaya.com, Jumat (19/12/2008).
Sulaiman menjelaskan serangan hama sundep makin parah, sejak hujan terus mengguyur wilayah Lumajang. "Sudah bingung dengan langkanya pupuk ditambah lagi serangan sundep Mas," jelasnya dengan menggelengkan kepala.
Sementara Kepala Dinas Pertanian Lumajang, Imam Suryadi mengatakan hama sundep ini disebabkan kupu-kupu kecil yang bertelur pada persemaian benih padi. Sehingga telur yang menjadi ulat memakan batang padi.
"Untuk mencegahnya petani harus menjaga persemaian padi dari kupu-kupu itu," kata Imam ditemui di kantornya di KWT (Kawasan Wonorejo Terpadu).
Dia menyarankan, untuk mengatasi hama pengerek batang petani harus menggunakan pestisida baik tabur dan semprot. Bila tidak segera diatasi hama sundep akan menyebabkan tanaman padi akan mati. "Pokoknya segera diatasi agar tidak menyebar," jelasnya. (fat/fat)










































