Selain longsor, akses jalan masuk menuju tiga desa lainnya juga terputus, setelah material longsoran menumpuk di sepanjang jalan sepanjang 200 meter.
Informasi yang berhasil digali detiksurabaya.com menyebutkan, kejadian tanah longsor langganan tiap tahun ini terjadi dinihari sekitar pukul 02.00 WIB, Kamis (18/12/2008).
Rumah yang menjadi korban longsor itu masing-masing milik Poniran (42) dan Kadarusman (58). Longsor terjadi setelah sebelumnya hujan deras mengguyur dalam waktu semalam suntuk.
"Hujannya sudah turun sejak jam 4 sore. Sampai terjadinya longsor, hujan deras masih terus terjadi," kata Poniran di lokasi.
Meski menghacurkan dua rumah milik warga, Poniran mengaku kejadian tersebut tak merenggut korban jiwa. Hal ini setelah warga sekitar lokasi longsor memutuskan mengungsi sejak hujan deras turun.
"Warga di sini sudah hafal. Jadi kalau hujannya deras dan diperkirakan akan terjadi longsor, mereka sudah mengungsi ke tempat yang diperkirakan aman," ujarnya.
Pantauan detiksurabaya.com di lokasi menunjukkan, hingga Kamis pagi, material longsoran masih menutup sebagian badan jalan. Hal ini mengakibatkan 3 desa lain di Kecamatan Jalan terisolir. Sejauh ini juga belum tampak adanya alat berat untuk membersihkan meterial longsoran.
Tiga desa yang terisolir yakni Desa Jengglong, Desa Besuki dan Desa Petung Ombo. Secara geografis, lokasi ketiga desa berada lebih tinggi dari lokasi terjadinya longsor.
Selain tiga desa terisolir, tanah longsor juga mengakibatkan akses jalan masuk menuju Objek Wisata Air Terjun Dollo terputus. (fat/fat)











































