Akibat tawuran itu salah satu pelajar kritis yakni Syafril Surya Adi Fitra yang masih duduk di kelas I. Korban asal Desa Kalianget Barat ini sempat menjadi bulan-bulanan temannya sendiri. Sehingga tubuhnya babak belur dan mengalami luka di dahi, bengkak bekas cakaran di leher dan bibir.
Warga setempat yang mengetahui aksi tersebut berusaha melerai. Korban pun langsung dilarikan ke Rumah Sakit Islam (RSI) Kalianget dan membubarkan kerumunan siswa.
Salah seorang saksi mata, Ny Nanik (45) warga Desa Kalimook, Kalianget, Sumenep, mengatakan sebelum aksi tawuran para siswa yang masih memakai seragam sekolah itu terlibat cekcok mulut.
"Dari 2 kelompok siswa itu melakukan baku hantam dan tawuran," ujar Nanik kepada detiksurabaya.com di lokasi kejadian, Rabu (17/12/2008).
Dalam aksi tawuran itu yang menjadi sasaran yakni Syafril Surya Adi Fitra. Namun, teman-teman korban juga tidak terima sehingga sempat melakukan perlawanan.
Kapolsek Kalianget-Sumenep, AKP Arifaini mengatakan, bentrok antar pelajar mengakibatkan salah seorang terluka. Dia pun dimintai keterangan dan divisum untuk kepentingan penyedikan.
"Kasus yang melibatkan sesama siswa itu sedang ditangani penyidik," ujar Arifaini kepada detiksurabaya.com di kantornya, Jalan Pelabuhan Kalianget, Sumenep.
Dalam kasus tersebut yang diduga sebagai otak pelaku tawuran ada 3 pelajar yakni Kuswanto pelajar kelas 2, Kuswandi pelajar kelas 3, keduanya saudara kembar warga Dusun Pasar Kayu, Desa Pabian Kecamatan kota dan Handoni siswa kelas 3 warga Desa Karang Anyar, Kalianget, Sumenep.
Polisi sendiri selain menyelidiki kasus itu juga berkoordinasi dengan pihak sekolah agar para pelajar yang terlibat tawuran tidak melakukan tindakan kekerasan yang melawan hukum. (fat/fat)










































