Diduga Depresi, Janda Dua Anak Nyaris Tewas Gorok Leher

Diduga Depresi, Janda Dua Anak Nyaris Tewas Gorok Leher

- detikNews
Rabu, 17 Des 2008 13:40 WIB
Diduga Depresi, Janda Dua Anak Nyaris Tewas Gorok Leher
Malang - Diduga depresi setelah keluar dari pekerjaan, Hosiyah (35) janda dua anak nekat bunuh diri menggorok leher dan menusuk perutnya menggunakan pisau dapur.

Namun, perbuatan nekat warga Desa Sidoluhur, Kecamatan Lawang, Malang dapat diselamatkan. Seorang warga bernama H Abdul Ghani (50) warga Dusun Morojentek, Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari, Malang segera membawa ke RS Syaiful Anwar Malang.

Peristiwa itu bermula saat korban yang menumpang di rumah H Abdul Ghani (50) ditemukan tergeletak bersimbah darah di bekas dapur yang digunakan kandang kambing.

Betapa terkejutnya saat Abdul Ghani akan membawa keluar kambingnya menemukan Hosiyah tergolek berlumuran darah. "Saya langsung minta bantuan anak-anak KKN yang ada dekat rumah untuk membawa ke puskesmas," kata Abdul Ghani kepada wartawan saat ditemui di rumahnya Rabu (17/12/2008).

Abdul Gani mengaku, Hosiyah sendiri baru sehari menginap di rumahnya. Sejak kedatangan kemarin sore (16/12/2008), Hosiyah minta agar keluarga Abdul Ghani untuk memberikan tempat dirinya berteduh. "Kami pun sepakat untuk mempekerjakan dia, karena kasihan datang seorang diri tanpa tujuan," kenangnya.

Dirinya tak mengira akan ada kejadian tragis menimpa korban yang baru dikenalnya. Apalagi, kedatangan Hosiyah ke rumah tanpa ada kejelasan latar belakang.

Akhirnya, misteri kedatangan Hosiyah terungkap manakala kakak kandungnya Hosiyah Suyadi (41) ke rumah H Abdul Ghani. Rupanya, sejak dua hari lalu Hosiyah pergi meninggalkan rumah dan dua anaknya. Keluarganya tak mengetahui jelas alasan kepergian wanita telah menjanda selama setahun ini.

"Sudah dua hari ini tidak pulang. Perginya sendiri tidak pamit," ungkap Suyadi kepada wartawan saat ditemui di IRD RSSA Malang Jaksa Agung Suprapto.

Menurut Suyadi, adik kandungnya itu telah berhenti bekerja sejak 2 hari lalu di sebuah perusahaan pembuat roti, Singosari. Alasan berhenti, menurut Suyadi, karena tak kuat selalu menjadi bahan ejekan teman-teman kerjanya. "Saya tidak tahu alasan kenapa kok diejek. Karena adik saya tidak cerita," imbuh Suyadi.

Sementara Polsek Singosari masih melakukan penyelidikan untuk memastikan motif dari aksi nekat korban. Barang bukti berupa pisau dapur pun diamankan oleh petugas dari lokasi kejadian. (fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini