Saat jam pelajaran, keduanya mengalami muntah-muntah serta mengeluh pusing. Beruntung, setelah dilarikan ke pusekesmas, dan dirawat secara intensif selama hampir 7 jam, kondisi kedua pelajar, WP (12) dan HS (12) berangsur membaik. Dan diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.
Yang lebih mengejutkan, kedua siswa itu mengaku pusing yang mereka alami akibat efek mereka pesta pil Destro saat jam istirahat sekolah. Keduanya menelan pil Distro sebanyak 10 butir sekaligus.
Tidak hanya mereka, 5 teman sekelasnya, yang berinisial TT (12), AR (12), MK (12), IR (12) dan ML (12) turut serta dalam pesta pil berukuran kecil berwarna kuning itu. Namun ke-5 anak itu hanya menelan 2-3 butir saja, dan tidak sampai mengalami muntah-muntah.
Pil yang semestinya untuk obat batuk itu, didapatkan ketujuh siswa dengan membelinya dari toko obat yang ada di kawasan Desa Grajagan. Mereka membeli sebutir pil Destro seharga Rp 1.000.
Para orangtua serta pihak sekolah merasa heran dengan ulah ketujuh anak tersebut. "Sepertinya. anak-anak ini ada yang memperkenalkan obat itu," kata Kepala Sekolah SD Negeri Grajagan Bangkir Wibowo (47), saat ditemui di kantornya di Dusun Curahjati, Desa Grajagan, Selasa (17/12/2008).
Peristiwa itu kini dalam penyelidikan Polsek Purwoharjo, Banyuwangi setelah mendapatkan laporan dari pihak sekolah, serta para wali murid. (bdh/bdh)










































