Protes Penambangan Emas, Warga Dihadang Tentara

Protes Penambangan Emas, Warga Dihadang Tentara

- detikNews
Senin, 15 Des 2008 19:04 WIB
Protes Penambangan Emas, Warga Dihadang Tentara
Banyuwangi - Ratusan warga yang berasal dari beberapa desa di Kecamatan Pesanggaran, berusaha menduduki lokasi tambang emas PT Indo Multi Niaga (IMN) yang beroperasi di Gunung Tumpang Pitu, Desa Sumber Agung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Senin (15/12/2008).

Aksi warga itu reaksi atas kekhawatiran mereka akan dampak negatif dari aktifitas tambang emas. Selain itu, warga mengaku kesal atas belum diresponnya aspirasi mereka yang disampaikan melalaui unjukrasa di DPRD Banyuwangi beberapa pekan lalu.

Warga mulai bergerak naik dari dua arah berbeda. Ratusan nelayan yang berasal dari Dusun Lampon Desa Pesanggaran, Kecamatan Pesanggaran, serta nelayan asal Desa Grajagan,Kecamatan Purwoharjo bergerak naik dari sisi timur Gunung Tumpang Pitu. Sebelum menempuh medan berat 10 km melalui Dusun terdekat, Dusun Kampung 56.

Sedangkan, ratusan nelayan lainnya yang berasal dari Dusun Pancer dan Pulau Merah, Desa Sumber Agung Kecamatan Pesanggaran, merangsek naik dari sisi Barat Gunung Tumpang Pitu.

Secara bergelombang para nelayan itu menuju lokasi pengeboran, yang berjarak sekitar 15 Km dari kawasan wisata Pulau Merah, tempat berkantornya PT IMN.

Meski medan berat harus dilalui sekitar 2 jam perjalanan,warga berusaha mencapai lokasi penambangan emas. Puluhan aparat TNI terlihat berjaga-jaga di beberapa titik. Bahkan warga sempat bersitegang dengan petugas TNI, yang berusaha menghalau mereka.

"Kalau kalian naik ke lokasi untuk macam-macam, kalian berhadapan dengan anggota saya. Tapi kalau sekedar ingin melihat-lihat ayo saya kawal," gertak Komandan Koramil Pesanggaran, Letnan Dua Zainuri.

Bukannya takut, justru warga meladeni gertakan aparat itu. "Kok jenengan kasar begitu, apa kami salah ingin melihat gunung kami yang mulai dirusak ini," bantah salah seorang warga.

Adu mulut itu mereda, setelah petugas mempersilahkan warga untuk melanjutkan pendakian ke lokasi pengeboran, namun dengan pengawalan petugas.

Namun, meski sudah bersusah payah dan sekitar satu jam menduduki lokasi pengeboran. Aksi pendudukan itu urung berlanjut. Hal itu terjadi setelah hujan deras melanda kawasan gunung tumpang pitu. Aktifitas pengeboran nampak dilanjutkan kembali setelah kosentrasi warga berangsur-angsur berkurang.

Namun,sebelum meninggalkan lokasi,beberapa warga terlihat mengambil air limbah untuk dijadikan sample. "Setidaknya kita memastikan jika hutan lindung ini sudah mulai dirusak dan airnya tercemar," Terang Diman, seorang warga sambil memasukan air limbah di dalam botol bekas kemasan air mineral yang dibawanya.
(gik/gik)
Berita Terkait