Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 12.05 WIB mengagetkan warga setempat. Sebab, saat kejadian tidak ada angin dan hujan. Gedung rumah sebelah kanan rata dengan tanah dan gentingnya hancur berantakan.
Gara-gara ambruk, sebuah rumah di sebelah kiri terkena imbasnya. Rumah milik Soudi (29) berantakan karena genting dan perabotan rumahnya pecah terkena reruntuhan tembok.
Suodi mengaku, rumah baru milik Nurul yang sedang dikerjakan itu tiba-tiba ambruk. Saat kejadian, 10 orang pekerjanya sedang mengerjakan bagian bawahnya.
"4 orang luka dan 1 orang kritis akibat tertimbun reruntuhan. Satu korban kritis bernama Ahmad (50) warga Kecamatan Saronggi, Sumenep," kata Suodi di lokasi kepada wartawan, Senin (15/12/2008).
Dia menduga, bangunan rumah yang ambruk karena kesalahan bahan campuran. Sebab, 4 hari berturut-turut, Sumenep diguyur hujan. "Mungkin karena hujan terus sehingga bangunan rumah ini ambruk disamping campuran semennya kurang," terangnya.
Suodi berharap mendapat perhatian dari pemilik rumah baru tersebut. Sebab, genting dan perabotan yang rusak berkisar Rp 500 ribu lebih. "Semoga ada ganti rugi dari pemilik rumah baru yang ambruk ini," ungkapnya.
Sementara para korban luka saat ini dirawat di RSU dr Moh Anwar, Jalan dr Cipto, Sumenep. Pemilik rumah baru yang ambruk bakal mengganti semua perawatan medis pada para pekerja.
"Korban kecelakaan kerja masih di RSU dan informasinya semua biayanya akan ditanggung pemilik rumah yang ambruk," kata salah seorang petugas RSU dr Moh Anwar, Sumenep, Moh Pardi di tempat kerjanya kepada wartawan. (fat/fat)











































