Monumen yang berada di Puncak Bukit Gandrung ini menelan anggaran sebesar Rp 60 miliar ini diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Monumen Panglima Besar Jenderal Sudirman ini nantinya akan dijadikan sebagai obyek wisata sejarah. Tujuannya, agar para wisatawan yang datang dapat melihat gambaran perjuangan Pak Dirman dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
Selain dipugar, penambahan fasilitas di monumen yang terletak di atas lahan seluas 10 hektar itu meliputi pembuatan diorama, penyempurnaan perpustakaan, kantin dan mushola. Pembangunan semua sarana itu akan berbasis lingkungan hijau dan akan dibuat berstandar internasional.
Selain meresmikan monumen, SBY juga akan memimpin upacara Hari Juang Kartika yang dilakukan di halaman monumen. Upacara ini nantinya akan diikuti sebanyak 3 ribu personel TNI.
Para personel yang mengikuti upacara teriri dari pasukan Kopassus Kartasura, Brigif IV Kostrad, Arhanud, Armed, Zipur 5 Kepanjen Malang dan Yonif 500/Raider. (bdh/bdh)











































